Institute Sikola Mombine Ajak Warga Olah Hasil Hutanya

0
38
Foto: Fira Triyaningsih Pemuda Poso dari Institute Sikola Mombine

DONGGALA, POSO RAYA– Baru-baru ini Institute Sikola Mombine yang didukung oleh TIM Pokja Perhutanan Sosial (PS) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar sosialiasi Perhutanan Sosial (PS) bersama warga dan pemerintah desa di Desa Rano, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala.

Giat sosialisasi ini dilakukan, sebagai tindak lanjut kegiatan semiloka program percepatan 50 desa PS dalam rangka mendorong kemandirian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Kehutanan dan Kementrian Pedesaan.

Dari Poso Fira Triyaningsi salah satu panitia kegiatan melaporkan, sosialisasi ini diikuti 40 orang peserta dari aparat desa, masyarakat dan kelompok perempuan, yang diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat dan menggali informasi dari masyarakat tentang apa yang menjadi kebutuhan mereka.

“Tentunya giat PS ini kami harapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat serta menggali informasi tentang apa yang menjadi kebutuh warga,” kata Fira seorang pemuda Poso yang peduli tehadap pembangunan daerah.

Untuk di ketahui Desa Rano sebagai salah satu desa yang masuk dalam skema PS yang diharapkan mampu mengembangkan potensi desa lewat hasil sagunya seperti yang di ungkapkan oleh kepala Desa Rano. Dimana dengan adanya PS di Desa Rano, diharapakan memberikan kontribusi besar terhadap masyarakat desa.

Sementara itu Rahmawati selaku fasilitator kegiatan menegaskan, bahwa perhutanan sosial (PS) di Desa Rano dengan skema hutan desa memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mengelola hasil hutannya. Selain hasil hutan bukan kayu, masyarakat juga bisa mengelola hasil hutan lain seperti madu, aren atau komoditi hutan.

Kepala Desa Rano Samin mengharapkan, agar ijin PS di wilayahnya bisa segera terealisasi agar masyarakat desanya bisa segera memanfaatkan hutannya. Dengan demikian hal tersebut dapat mengurangi pengangguran dan membuka lapangan kerja di desa. Anak-anak desa tidak lagi harus keluar dari desanya untuk bekerja.

“Kami sangat berharap, ijin perhutanan sosial di desa Rano ini bisa segera terealisasi agar masyarakat bisa memanfaatkan hutan yang ada serta mengurangi pengangguran dan bisa membuka lapangan perkerjaan,” harap Kades Samin. (PR)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY