Pangdam XIII Merdeka Ajak Pemuda Pahami Wawasan Kebangsaan

0
57
Foto: Suasana Dialog bersama Pangdam XIII Merdeka, Bupati Poso, Dir Binmas Polda Sulteng, Danrem 132/Tadulako dan ketua MUI Poso di Markas Batalyon Infanteri 714/Sinmar Poso

POSO RAYA – Pemda Poso bersama TNI dan Polri menggelar program kreatif dialog kebangsaan dengan mengambil tema “Merajut kebersamaan untuk Poso damai dalam bingkai NKRI. Kamis 10 Agustus 2017.

Hadir sebagai pembicara dalam dialog ini, Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu, Pangdam XIII Merdeka Mayor Jendral TNI Ganip Warsito, Dir Binmas Polda Sulteng Kombes Hondawan Siregar dan Ketua MUI Poso Arifin Tuamaka.

Dialog ini dihadiri Danrem 132 Tadulako Kolonel Saleh Mustafa, Kapolres Poso, Dandim 1307 Poso serta puluhan pemuda se-Sulteng dan sejumlah pejabat Pemda Poso di Markas Batalyon 714 Sintuwu Maroso.

Dalam materinya Mayjen TNI Ganip Warsito menyampaikan, jika negara Indonesia merupakan negara hukum. Oleh karena itu pihak TNI tidak bisa seolah-olah langsung untuk bertindak.

Pangdam XIII Merdeka, meminta kepada para pemuda dan pemudi Poso agar memahami wawasan kebangsaan untuk perlu menguatkan sendi-sendi kehidupan bernegara yang dituangkan dalam konsensus nasional Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI serta bangga menjadi bangsa Indonesia yang cinta tanah air.

“Peran yang diberikan oleh para pemuda sangat berpengaruh terhadap pembangunan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Kata Pangdam XIII Merdeka, memberikan pembelajaran dan pemberitahuan tentang hal-hal yang positif kepada pemuda dan pemudi sejak dini sangatlah penting guna membangun bangsa Indonesia.

Bupati Poso Darmin Sigilipu menyampaikan, sebagai Pemda Poso meyakini jika para pemuda merupakan generasi penerus sebuah kader bangsa, kader masyarakat dan kader keluarga, dimana negara Indonesia akan dipegang dan dikuasai para pemuda Indonesia nantinya.

Menurut Bupati, dengan banyaknya isu-isu yang berkembang di wilayah Poso, maka Pemda Poso mengharapkan agar para pemuda dan pemudi dan masyarakat Poso untuk bersama-sama mendukung dan membantu serta berperan menuntaskan masalah-masalah radikalisme dan narkoba, karena TNI-Polri bisa kuat karena adanya rakyat.

Kombes Hondawan Siregar dari Dir Binmas Polda Sulteng meminta kepada para pemuda dan pemudi untuk bersama-sama merubah Poso ini menjadi lebih baik lagi dan jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang ada.

“Kami juga meminta para pemuda- pemudi dan masyarakat Poso agar tidak mengigat lagi dengan masa-masa yang lalu, tetapi bagaimana kita bisa menjadikan Kabupaten Poso ini menjadi kabupaten yang berkembang,” ujarnya.

Sementara itu Ketua MUI Poso Arifin Tuamaka menyampaikan, bahwa pihaknya sering kali mengadakan pertemuan dengan ormas Islam yang ada di Poso, hal itu dilakukan untuk menjadikan daerah Poso menjadi daerah yang aman.

“Untuk sekarang ini Poso sudah menjadi daerah yang sudah aman, hanya diluar Poso saja yang sering membesarkan,” tuturnya.

Kata Arifin Tuamaka, jika dirinya selaku tokoh agama Poso menginginkan Kabupaten Poso akan menjadi Kabupaten yang lebih baik lagi.

Kegiatan dialog ini juga dilanjutkan sesi tanya jawab oleh para pemuda dengan para narasumber. Dimana sebelum dialog ini dimulai, Pangdam XIII Merdeka memberikan pembekalan kepada 1500 pemuda se Sulteng yang ikut bela negara di lapangan Markas Batalyon Sintuwu Maroso. (ULY)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY