Bahaya, Warga Poso Ada Pengikut Aliran Syiah

0
145
Foto: Ketua FPI Poso Sugianto Kaimudin saat menyita buku-buku aliran Syiah dirumah Taufik Umar Attamimi

POSO RAYA – Karena dianggap menghina imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab melalui akun facebook, seorang warga di Poso didatangi belasan warga dari FPI Poso.

Warga Poso yang tinggal di jalan Monginsidi, Kelurahan Bonesompe, Kecamatan Poso Kota Utara bernama Taufik Umar Attamimi terpaksa harus berurusan dengan para pengikut Rizieq Syihab yang ada di wilayah Poso.

Kedatangan FPI Poso dirumahnya itu kesal dengan ulah Taufik Umar Attamini yang berani menghina imam besar FPI melalui akun media sosial (medsos).

Dimana dalam postinganya pada Sabtu 22 Juli 2017, Taufik Umar Attamini menulis “Pendukung Habib Rizieq, siapapun orang-orangnya nyatanya Munafiqin, penghianat Islam NKRI. Kami berlepas diri”.

Selain itu status lainnya Taufik juga menulis “Bagi saya Habib Rizieq ibarat imam sholat yang sudah kentut. Berma’mum di belakangnya batal dan tidak sah”.

Sontak saja status ini membuat geram FPI Poso lalu mendatangi rumahnya. Karena merasa bersalah Taufik Umar Attamimi kemudian meminta maaf dan menyesali perbuatannya dengan membuat surat permohonan maaf di atas materai.

Dalam Isi surat tersebut, dirinya menyatakan permintaan maaf atas postingannya di facebook yang telah menghina Habib Rizieq Syihab. Sementara itu di hadapan FPI Poso Taufik Umar Attamimi mengaku jika dirinya selama ini merupakan pengikuti aliran Syiah.

Dimana hal itu semakin jelas jika Taufik Umar Attamimi adalah penganut aliran Syiah, karena didalam rumahnya FPI Poso menemukan sejumlah buku-buku yang behubungan dengan aliran Syiah. FPI Poso kemudian menyita seluruh buku-buku tersebut.

Sugianto Kaimudin ketua DPW FPI Poso mengatakan, jika pelaku penghinaan imam besar FPI itu merupakan pengikut aliran Syiah yang selama ini berada di Poso.

“Iya dia mengaku bahwa selama ini merupakan pengikut aliran Syiah. Tapi dirinya sudah minta maaf,” kata Sugianto Kaimudin.

Menurut Sugianto Kaimudin, permasalahan ini awalanya timbul dari postingan di Facebook yang mengatakan jika para pengikut imam besar Habib Rizieq Syihab itu adalah orang yang munafik.

Sugianto Kaimudin menambahkan, jika pelaku penghinaan itu masih melakukan kembali, pihaknya akan menyeret ke proses hukum.

“Jika pelaku masih melakukan kembali, kami akan seret ke hukum. Kami berharap dia sadar dan kembali ke jalan yang benar,” tuturnya.

Meskipun ada suara riak-riak kecil, kedatangan belasan anggota FPI ke rumah Taufik Umar Attamimi dikawal dengan beberapa anggota intel TNI/Polri, sehingga berlangsung aman.

Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto meminta masyarakat untuk berhati-hati memposting status di dunia maya. Pihaknya berharap, masyarakat tidak terprofokasi dan jangan melakukan tindakan sendiri.

“Jangan masyarakat ambil tindakan sendiri, kami harap juga sebelum memposting apapun di dunia maya harus dipikirkan dulu jangan sampai menimbulkan provokasi,” harap Bogiek. (PR)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY