Bulog Jamin di Poso Tidak Ada Beras Oplosan

0
92
Foto ilustrasi Beras Rastra yang ditumpuk di gudang

 

POSO RAYA – Maraknya kasus beras oplosan yang terjadi saat ini, membuat pihak Perum Bulog Subdivre Poso mengambil langkah untuk mengantisipasinya. Dimana kasus beras oplosan itu suatu perilaku yang sangat buruk.

Sementara itu pihak Kepala Sub Divisi Regional (Kasub Divre) Perum Bulog Poso,  Eko Setia Hadi mengaku, kalau kasus seperti beras oplosan akan sulit terjadi di wilayah Sub Divre Poso.

Foto: Eko Setia Hadi
Foto: Eko Setia Hadi

“Dengan kondisi yang ada di wilayah kami ini, akan sulit terjadi adanya beras oplosan seperti yang terjadi di beberapa tempat lainnya,” ujarnya.

Saat disinggung apakah kemungkinan terjadi jika ada permainan ditingkat orang gudang? Jawab Eko, kemungkinan hal ini akan sulit. Selain pengawasan yang cukup ketat, hal tersebut memang sulit untuk dilakukan.

Menurut Eko, tugas dan wewenang pihak gudang terkait kondisi beras adalah memperbaiki mutu beras yang kiranya ada beras masuk dari proses pengadaan beras itu sendiri. Semisalnya itu soal perbaikan mutu berupa pembersihan kotoran jika ada beras yang masuk namun banyak kotoran atau debunya.

“Jadi yang ada beras yang turun mutunya, maka pihak gudang harus mengolahnya sehingga beras  yang ada layak untuk dapat disalurkan serta layak untuk di konsumi oleh masyarakat,” jelasnya.

Eko Setia Hadi menambahkan, saat ini stok beras di Subdrive masih ada dan itu merupakan stok lama yang merupakan sisa pengadaan tahun 2016. Namun meskipun stok lama yang ada kwalitasnya dijamin masih baik.

“Yang jelas stok ini dua atau tiga kali penyaluran beras raskin akan sudah habis. Selanjutnya beras yang ada pada gudang di Poso merupakan beras pengadaan tahun 2017,” jelasnya lagi.

Lebih jauh dikatakan Eko, untuk pengadaan beras yang di wilayah Sub Divre Poso khusus tahun 2017 ini sekitar 11 ribu ton, Namun yang terserap dari pengadaan tersebut baru mencapai  3.300 ton. Ini masih jauh dari target pengadaan itu sendiri.

Dijelaskan Eko, salah satu kendala sehingga rendahnya penyerapan untuk pengadaan tahun ini, disebabkan adanya gagal panen disejumlah wilayah basis pertanian di Poso. Selain mengatur permasalahan beras untuk wilayah Poso sendiri, Sub Divre Wilayah Poso juga mengatur beras yang ada di wilayah Kabupaten Morowali, Morowali Utara dan Kabuipaten Tojo Una Una. (PR)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY