Ilegal, Polisi Hentikan Aktifitas Tambang Milik PT.GIM di Desa Betalemba

0
75
Suasana Polisi saat mendatangi tambang PT.GIM di Desa Betalemba

POSO RAYA – Saat ini upaya tegas terus dilakukan oleh pihak Kepolisian yang ada di Poso untuk melakukan penyelidikan terhadap sejumlah perusahaan tambang galian C ilegal, yang kini terus beroperasi di wilayah Poso kerena diduga tidak memiliki Ijin Usaha Produksi (IUP).

Upaya penyelidikan tersebut dilakukan Kepolisian, tindak lanjut atas kebijakan Pemda Poso melalui bupati Darmin A.Sigilipu yang menghentikan pabrik tambang galian C beberapa hari lalu milik PT.Surya Baru Cemerlang (PT.SBC) di Desa Meko, Pamona Barat yang telah beroperasi setahun karena tidak memiliki IUP.

Tak hanya tambang milik PT. SBC saja, pihak Kepolisian Polres Poso kini telah menyelidiki salah satu perusahaan tambang galian C milik PT. Graha Istika Makmur (GIM) yang berada di Desa Betalemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan.

Dimana baru-baru ini, Kepolisian Poso dari Sat Reskrim mendatangi lokasi perusahaan tambang  tersebut  untuk melakukan penyelidikan keseluruh bagian ruangan dan termasuk mengambil sample seluruh material galian C yang diduga diproduksi oleh PT. GIM.

KBO Reskrim Polres Poso, IPDA Muhammad Ridzka mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, pihaknya masih terus mengumpulkan data-data tambahan untuk mencari bukti pidana dan belum ada penghentian operasional.

Menurutnya, kedatangan Kepolisian kelokasi tambang sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait adanya aktivitas perusahaan tambang yang diduga masih menggunakan Ijin Usaha Eksplorasi, namun sudah melakukan kegiatan usaha produksi material galian C.

Ridzka menambahkan, untuk sementara usaha produksi material galian C yang ada di  PT.Graha Istika Makmur harus dihentikan karena tidak memiliki IUP.

Dengan tegas Ridzka mengakui, jika aktifitas produksi galian C yang selama ini dilakukan perusahaan PT. Graha Istika Makmur merupakan kegiatan aktifitas yang sangat illegal, karena perusahaan tersebut baru mengantongi ijin Eksplorasi dan bukan Ijin Usaha Produksi (IUP).

”Kami dari Polres telah melakukan penyelidikan secara menyeluruh termasuk memintai keterangan kepada pihak pemilik serta para karyawan yang ada. Dan mengakui kalau ijin yang mereka miliki masih eksplorasi, sehingga saya harus bertindak adil mengentikan sementara semua perusahaan yang belum mengantongi ijin namun telah melakukan produksi,” tegasnya, Kamis 20 Juli 2017.

Pihak Kepolisian Poso mengakui, jika aktifitas usaha produksi tambang galian C baik yang ada di PT. SBC Meko dan PT.GIM memiliki kesamaan, dimana keduanya sama-sama tidak memiliki ijin usaha untuk produksi galian material galian C.

”Tentunya tugas Polisi adalah untuk memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat dengan adil, tidak pilih-pilih kasih. Kalau memang mereka melakukan aktifitas tidak sesuai dengan aturan yang berlaku maka kami harus hentikan sementara, sambil menunggu pengurusan ijin produksi mereka selesai,” pungkasnya. (Uly)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY