Hut Bhayangkara Ke 71 Kapolres Poso Resmikan Prasasti Andi Sapa Sudirman Di Tamanjeka

0
43
suasana foto bersama usai peresmian Prasasti oleh Polres Poso

POSORAYA-Untuk mengenang jasa para pahlawan dua anggota Polres Poso Brigadir Kepala Anumerta Andi Sapa dan Brigadir Kepala Anumerta Sudirman yang gugur dalam betugas memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)  di Poso, Kepolisian Polres Poso mendirikan Tugu Prasasti di lokasi ditemukanya dua jenazah anggota Polres Poso di kaki Pegunungan Biru Dusun Tamanjeka dalam Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke 71 tahun.

Suasana haru dan khidmat menyelimuti para personil saat proses peresmian Tugu Prasasti Andi Sapa Sudirman di kaki Gunung Biru Dusun Tamanjeka, Kecamatan Poso Pesisir dalam sebuah Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke 71 tahun yang dipimpin Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto. Jumat 07 Juli 2017.

Prasasti dibuat berukuran 2×1 meter, peresmian prasasti ini diikuti oleh puluhan anggota TNI dan Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat serta keluarga dari kedua almarhum.

Proses peresmian tugu prasasti ini juga dilakukan penjagaan superketat, kesedihan terpancar saat proses peresmian prasati di lakukan.

Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto yang memimpin jalanya upacara peresmian prasati mengatakan, prasasti di buat sebagai bentuk penghormatan kedua dua anggota polri yang gugur pada 8 oktober 2012 saat bertugas memburu kelompok teroris.

“Peresmian prasasti ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa kedua anggota Polri yang gugur saat memburu teroris,” ucap Bogiek Sugiyarto.

Selain itu kata Kapolres, prasasti tersebut dibuat sekaligus untuk mengingatkan agar masyarakat dan aparat tetap mewaspadai ancaman dari aksi-aksi terorisme dan radikalisme di wilayah Poso. Bahkan aksi terorisme sendiri diakui masih menjadi ancaman karena hingga kini operasi Tinombala masih berupaya untuk mencari dan menangkap sisa kelompok teroris MIT di Poso.

Untuk diketahui Brigadir anumerta Sudirman dan Brigadir Anumerta Andi Sapa gugur oleh aksi kelompok MIT di kaki gunung biru Tamanjeka pada tahun 2012 lalu, dimana saat itu keduanya diculik lalu dibunuh dan jenazahnya baru ditemukan selama sepekan oleh anggota TNI dari Batalyon 714 SM dalam kondisi terkubur dalam satu liang yang berkedalaman 1,5 meter.

Hingga kini ribuan pasukan gabungan TNI/Polri masih dilibatkan dalam operasi Tinombala 2017 untuk mencari dan menangkap sisa dari kelompok MIT. Dari jumlah 43 orang diawal dimulainya operasi pada 15 Januari 2016 silam, jumlah kelompok itu kini tersisa 7 orang yang masih diburu aparat keamanan di hutan-hutan pegunungan Poso. (RD)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY