DPD Perindo Poso Anggap Kasus Hary Tanoe Dinilai Bernuansa Politik

0
16
Foto: Ketua DPD Partai Perindo Poso Sonny Liston Kapito didampingi Sekretaris Idrus Dg. Parani dan Bendahara Jack Rampengan saat gelar jumpa pers dengan wartawan di Cafe Inada Poso (Foto: Rusli Suwandi)

POSO RAYA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Kabupaten Poso menilai kasus yang menimpa Ketua Umum DPW Perindo pusat Hary Tanoesoedibjo, syarat dengan nuansa politik. Pasalnya kasus yang menjadi viral di media itu, telah satu tahun lalu bergulir, namun oleh Jaksa Yulianto baru dilaporkan saat ini.

“Bagi kami sebagai pengurus DPD Perindo Poso, kasus ini sangat kental beraroma politis. Mungkin ini terkait dengan posisi pak Hary Tanoe yang saat ini telah berhasil mendirikan sebuah partai politik yang pengurusnya sudah terbentuk hingga ke seluruh pelosok negeri ini,” kata Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Poso Sonny Liston Kapito kepada sejumlah wartawan di cafe Inada Poso pekan kemarin.

Meski tidak ingin berspekulasi, namun Sonny yang didampingi Sekretaris DPD Partai Perindo Poso Idrus Dg. Parani dan Bendahara Jack Alvianus Rampengan serta dua pengurus lainnya itu tetap menghormati kaidah dan proses hukum yang sedang berjalan.

Namun kasus HT versus Jaksa Yulianto yang sedangan ditangani Polda Metro Jaya ini menurutnya bukanlah kasus yang berdiri sendiri. “Kami sangat menghargai proses hukum yang sedang berlangsung,” tambah Sonny menyikapi kasus tersebut.

Seperti diketahui Ketua Umum DPP Partai Perindo Harry Tanoesoedibjo saat ini telah ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan kasus pengancaman lewat sms kepada Jaksa Yulianto. Kasus ini kemudian menjadi viral di media sosial dan mengusik seluruh pengurus Partai Perindo se Indonesia untuk bereaksi dan menyatakan sikap.

Menurut Idrus Dg. Parani, sms yang dikirimkan HT kepada Jaksa Yulianto sama sekali tidak ada satupun kalimat yang bernada mengancam.

“Dari beberapa kalimat yang dialamatkan ke Jaksa Yulianto melalui sms, bagi kami tidak ada yang bernada mengancam,” tegas Idrus yang diamini pengurus Perindo Poso lainnya.

Menurut Sonny yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Poso itu, sikap dan reaksi dari seluruh pengurus Perindo, merupakan sikap murni untuk memberikan dukungan moril bagi Harry Tanoe dalam menyikapi persoalan yang sedang dihadapi.

“Sebagai pengurus Perindo, kami tahu betul bagaimana keseharian Ketua Umum kami Harry Tanoe. Beliau ingin mensejahterakan Indonesia lewat Partai Perindo yang dibangunnya, termasuk di Kabupaten Poso. Biarlah kasus yang tidak biasa ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Karena inilah politik,” tutur Sonny Kapito.

Pihaknya pun meminta agar pemerintah kembali mencermati kasus yang menimpa Ketua Umum DPP Partai Perindo Harry Tanoe. Karena herannya, kasus ini baru mencuat saat ini, meski telah bergulir satu tahun lalu.

“Mengapa baru sekarang kasus ini dilaporkan. Padahal sms itu sudah setahun yang lalu. Ini tentu ada tendensi tersendiri bagi partai kami. Lagipula setelah kami pelajari, sms itu tidak bernada ancaman,” tegas Sonny.

Kasus yang menimpa Ketua Umum DPP Partai Perindo diakui Sonny cukup menganggu elektabilitas partainya. Meski begitu, khusus di Kabupaten Poso, pihaknya mengaku telah membentuk struktur kepengurusan hingga ke seluruh kecamatan. Namun dia meyakini elektabilitas itu akan kembali naik setelah kasus ini selesai sesuai proses hukum yang ada. (ULY)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY