Pangdam XIII Merdeka: Adanya TKA Sudah Menjadi Konsekuensi Logis Dalam Investasi

0
12
Foto: Kunjungan Kerja Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Ganip Warsito di Morowali

MOROWALI, POSO RAYA- Kehadiran  ribuan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang diduga ilegal yang bekerja di Perusahaan PT. Indonesia Morowali Industrial Park (PT. IMIP) yang berada di Kabupaten Morowali menuai protes dari masyarakat lokal, pasalnya TKA tersebut mempersempit ruang kepada masyarakat lokal untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan tersebut.

Pangdam XIII/Merdeka, Ganip Warsito menepis issu tersebut dan mengungkapkan bahwa Tenaga Kerja Asing yang bekerja di Perusahaan tersebut merupakan konsekuensi logis dari sebuah investasi yang bertujuan agar project perusahaan bisa terlaksana dengan tepat waktu.

“Adanya Tenaga Kerja Asing disini menjadi suatu konsekuensi logis dari sebuah investasi,” ungkapnya.

Menurutnya investasi yang dilakukan olah Warga Negara China disini (PT. IMIP), modelnya  berbeda dengan investasi lainnya. Mereka membawa Tenaga Kerja Asingnya untuk memastikan bahwa project-project mereka sudah terlaksana tepat waktu sehingga tidak menimbulkan high cost sehingga Ia menilai keberadaan TKA tersebut fluktuativ.

“Masuknya TKA disini (PT. IMIP) dan angkanya naik turun mulai dari seribu lima ratus turun menjadi sembilan ratus dan naik lagi menjadi dua ribu jiwa itu terjadi karena disini ada namanya sifat konstruksi. Nah, setelah kegiatan konstruksi selesai diharapkan tinggal tenaga teknis asal TKA yang bekerja disini. Tapi,  yang memang tenaganya masih sangat diperlukan untuk mengawali pekerjaan teknis yang diterapkan perusahaan ini,” Ujar Ganip saat ditemui belum lama ini.

Ditambahkannya, untuk pola kerja yang diterapkan perusahaan PT. IMIP terjadi perbandingan. Dimana sistem kerja yang diterapkan satu banding dua. Artinya, saat seorang TKA melaksanakan pekerjaan didampingi dengan dua orang Warga Negara Indonesia.

“Tujuannya adalah untuk kepentingan TOT (Transfer Of Teknologi). Saya sudah tanya langsung kepada orang China, terkait komunikasi dengan warga negara Indonesia dan cara menggunakan alat. Kata mereka, awal-awalnya sulit tapi lama kelamaan sudah bisa,” jelas Ganip.

Terkait dengan dugaan adanya Spionase dari luar, Ganip mengatakan pihaknya sudah mewaspadai itu dan telah memasang intelijen-intelijen yang bertujuan untuk melindungi masyarakat Indonesia. (CR2)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY