Luhut Pandjaitan Minta PT IMIP Morowali Atasi Limbah

0
88
Foto: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Jenderal TNI Purnawirawan Luhut Binsar Pandjaitan saat berkunjung ke Morowali (Foto: Bambang)

MOROWALI, POSO RAYA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Jenderal TNI Purnawirawan Luhut Binsar Pandjaitan melakukan peninjauan ke perusahaan Nikel terbesar se Asia Tenggara, di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Jumat (10/2/2017).

Tujuan Luhut melakukan peninjauan tersebut untuk mengingatkan kepada pihak Perusahaan PT IMIP agar melakukan upaya untuk mencegah limbah yang berasal dari perusahaan menghampiri masyarakat Kabupaten Morowali khususnya di Kecamatan Bahodopi.

Dalam peninjauan sekaligus kunjungan kerja itu, Luhut didampingi Pangdam XIII/Merdeka, Mayor Jenderal TNI Ganip Warsito, Danrem 132/Tadulako, Kolonel Muhammad Saleh serta Dandim 1311 Morowali, Letkol LM Richard Tulong.

Luhut menjelaskan, dari hasil peninjauannnya, pihak PT IMIP telah memakai alat yang modern untuk melindungi masyarakat terjangkit penyakit dari limbah dari perusahaan tersebut.

“Saya juga tadi sudah cek investasi di PT IMIP tahun 2017, yang nilainya mencapai 4 milyar dolar. “Pada tahun 2017, investasi di PT IMIP akan meningkat menjadi 5 milyar dolar,” ungkapnya.

Dijelaskan Luhut, dengan berhasilnya meraih investasi yang bernilai fantastis dikarenakan kinerja dari pada ribuan karyawan PT IMIP. Dia menambahkan, ribuan tenaga kerja yang berada di beberapa perusahaan yang berada di bawa naungan PT IMIP terbagi menjadi dua jenis, separuh berasal dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI), dan separuhnya lagi berasal dari Tenaga Kerja Asing (TKA).

“TKI lebih banyak bekerja di perusahaan ini, jumlahnya beda jauh. Lima belas ribu TKI, dan dua ribuan TKA yang mayoritas asal negara Tiongkok,” jelasnya.

Akan tetapi kata Luhut, TKA yang ada di PT IMIP ini perlahan akan segera dihilangkan, karena beberapa tahun ke depan tenaga asal Indonesia sudah banyak melahirkan sarjana, minimal D3 yang merupakan syarat utama untuk bekerja di perusahaan tersebut.

“TKI yang mempunyai pendidikan D3 minimal masih minim, namun para TKA itu akan dihilangkan bilamana TKI banyak melahirkan sarjana-sarjana yang berkualitas,”  katanya.

Sementara, terkait pola kerja di PT IMIP dari hasil tinjauannya Luhut mengatakan sangat senang karena PT IMIP melakukan pola kerja 2-1 yang artinya dalam melaksanakan pekerjaan satu TKA dibantu dua TKI dalam menyelesaikan pekerjaannya.

“Ada juga TKI dan TKA, yang bekerja keluar masuk perusahaan, jumlahnya kurang lebih dua ribuan,” katanya.

Terkait perbedaan data jumlah TKA di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Morowali dengan perusahaan, Luhut tak mengakui hal tersebut, padahal adanya perbedaan data tersebut sangatlah jelas sesuai informasi yang didapatkan media ini kepada pihak terkait.

Sedangkan untuk pungutan retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) 100 juta US Dollar per orang setiap bulannya yang tidak sepeserpun masuk ke kas daerah Morowali, Luhut berjanji akan segera melakukan pengecekan di pusat. (BMG)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY