Desa Keluhkan Belum Cairnya ADD

0
282
ilustrasi alokasi transfer dana pusat ke daerah tahun 2016 (foto :dok.riauheadline)

POSO RAYA – Sejumlah kepala desa yang ditemui mengaku dana alokasi dana desa (ADD) tahap kedua tahun anggaran 2016 hingga saat ini belum kunjung dibayarkan oleh pemerintah daerah.
Salah seorang kepala desa di kecamatan Lage menyebutkan dari total dana ADD mereka sebesar Rp 479 juta, sebesar 40 persen atau Rp 191,600.000 belum dibayarkan. Belum dicairkannya dana ini tentu saja mempengaruhi pembiayaan pembangunan desa mereka.
“Jujur saja, sampai sekarang kami tidak diberitahu sebab kenapa dana ADD belum dibayarkan. Dampaknya ya program kami di desa yang pake dana ini juga terhambat,”kata Idul Bunando kades Toyado. Bukan hanya di Toyado, sejumlah desa memang ternyata belum menerima pembayaran ADD tahap 2. Seperti yang diakui sekdes desa Sepe, Sunofri Polong yang menyebutkan akibat belum cairnya ADD membuat pembayaran honor perangkat desa juga menjadi terhambat.
Anggaran ADD sesuai dengan PP 72 tahun 2005 yang diturunkan dalam permendagri 37 tahun 2007 ditetapkan sebesar 10 persen dari dana perimbangan pemerintah pusat dan daerah yang diterima masing-masing pemerintah kabupaten/kota. Sebesar 30 persen dari ADD ini digunakan untuk belanja aparatur pemerintah desa dan biaya operasional sementara 70 persen untuk belanja pemberdayaan masyarakat.
“Yang jadi permasalahan saat ini adalah Alokasi Dana Desa (ADD) tahap kedua tak juga dicairkan, sementara untuk gaji perangkat desa bersumber dari ADD, itulah sebabnya sejumlah perangkat desa dipusingkan dengan keterlambatan ADD ini,”kata Sekdes Sepe, Sunofri Polong, kepada Poso Raya.
Terkait keluhan kepala desa ini, Sekda Sin Songgo mengungkapkan bahwa dirinya belum mendapatkan laporan bahwa masih ada desa yang belum dibayarkan sisa ADD mereka.(DUL)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY