Pemkab Poso Bakal Tinjau Tarif PBB

0
75
Atmadjaja Mardjun

POSO RAYA – Pemerintah Kabupaten Poso berencana melakukan peninjauan kembali terhadap tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang berlaku di Kabupaten Poso. Bahan besar kemungkinan tarif yang ada saat ini akan dinaikkan. “Bisa jadi PBB kita naikkan. Karena harganya tergolong rendah,” kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah Atmadjaja Mardjun kepada Poso Raya kemarin.
Menurutnya, untuk menaikkan tarif PBB itu, Pemerintah Daerah cukup mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai payung hukumnya. “Kita akan sesuaikan tarifnya melalui Perbup,” tambahnya.
Dari fakta yang ada di lapangan kata Atmadjaja, tarif PBB yang berlaku saat ini dipandang tidak sesuai dengan kondisi kekinian yang terus berkembang. “Nda usah jauh jauh, rumah saya saja tarif PPB nya hanya Rp 40 ribu setiap tahunnya. Ini masih tergolong rendah. Seharusnya bisa naik hingga Rp 100 ribu bahkan Rp 200 ribu per tahun,” timpalnya.
Sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari  pos PBB menurut dia saat ini masih menjadi primadona yang diharapkan mampu mendongkrak target PAD daerah setiap tahunnya. Dengan adanya kenaikan itu dia berharap target PBB kedepan bisa jauh lebih meningkat.
“Saat ini saja target PAD kita berkisar Rp 80 an miliar dan berhasil tercapai hingga Rp 100 miliar. Karenanya kedepan target ini masih bisa kita naikkan agar PAD Poso bisa jauh menigkat,” papar mantan Kadispora Poso itu.
Dia juga menjelaskan saat ini masih banyak sektor sektor pendapatan asli daerah yang masih harus digali dan dimaksimalkan untuk mendongkrak PAD. “Semua itu akan kita kaji lagi dengan melihat kondisi di lapangan,” sebutnya.
Disatu sisi kesadaran masyarakat dalam membayar pajak khususnya PBB kata Atma masih harus ditingkatkan. “Ini juga tidak bisa kita kesampngkan. Tingkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak khususnya PAD masih perlu ditingkatkan. Karenanya kami akan terus melakukan sosialisasi dan memberi pemahaman, termasuk memaksimalkan petugas pemungut pajak hingga ke pelosok pelosok desa,” rincinya. ULY

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY