Harga Kakao dan Cengkeh Terus Merosot

0
168
Harga Kakao dan Cengkeh Terus Merosot

POSO RAYA – Beberapa bulan terakhir ini, harga kakao di pasaran terus menurun.  Hal ini membuat petani kakao kesulitan. Bukan apa-apa, jika dihitung secara kasar, harga kakao saat ini tidak cukup untuk menutupi biaya ongkos kerja. Diketahui harga kakao sebelum hari raya Idul Adha sempat menembus harga pasaran sampai Rp.38.000 Per kg. Namun, setelah itu harga kakao terus merosot. Pemantauan Poso Raya di beberapa tempat jual beli biji kako, harga kakao setia kilo gramnya, tinggal Rp.25 Ribu. Selain kakao, harga cengkeh juga merosot, dari Rp. 120 Ribu Per kg turun menjadi Rp.85 Ribu setiap kilo gramnya.
Untuk menyiasatinya, sejumlah petani cengkeh saat ini memilih untuk menyimpan hasil panenannya dirumah, sambil menunggu harga cengkeh kembali normal. “Saya lihat harga cengkeh dipasaran terus menurun, makanya saya memilih untuk menyimpan cengkeh saya, sampai harganya kembali normal, karena kalau mau di jual saat ini harganya tidak akan menutupi ongkos kerja pemetikan, belum lagi ongkos perawatan kebunnya”, tegas Amran, salah seorang petani cengkeh, kepada Poso Raya.
Amran juga menambahkan,  meskipun disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama, cengkeh kering tak akan rusak. Namun hal ini berbanding terbalik dengan kakao, pasalnya, kakao yang sudah kering harus lekas di jual, karena kalau disimpan cukup lama, maka kakao tersebut akan rusak. Itulah sebabnya banyak petani kakao yang mengeluh dengan penurunan harga kakao yang semakin mengerus perekonomian petani kakao.
Penyebab Penurunan harga kakao dan cengkeh tidak lain karena hasil panen yang kurang baik, sehingga para pembeli cengkeh dan kakao tidak berani untuk membeli dengan harga yang tinggi, karena kwalitas barangnya kurang baik dan kalah bersaing dengan kota-kota lainnya, kata seorang pembeli hasil pertanian kepada Poso Raya. DUL

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY