Melawan Opini Poso Tidak Aman

0
186
Sungai Poso meliuk membelah kota Poso. Ini merupakan salah satu potensi wisata yang bisa dikelola untuk menarik kunjungan wisatawan.(foto ;dok mosintuwu)

POSO RAYA – Tidak semua daerah memiliki 4 dimensi seperti kabupaten Poso. Punya laut yang indah, sungai panjang dan bening, lembah yang memiliki benda-benda arkeologi serta danau yang masih asri. Namun semua itu belum mampu menjadi magnet yang mendorong wisawatan asing dan domestik menjadikan Poso sebagai tujuan utama liburan mereka. Salah satu sebabnya adalah opini Poso sebagai wilayah rawan.
Bupati Darmin A Sigilipu mengatakan, upaya untuk merobah image Poso sebagai daerah yang aman dan layak dikunjungi membutuhkan kerja keras semua pihak. Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah daerah adalah menggelar festival pesona danau tektonik poso penghujung tahun lalu yang sukses mendatangkan belasan ribu orang.
“Kegiatan-kegiatan besar yang kita lakukan itu untuk menghadapi opini diluar yang menyebut Poso tidak aman. itu yang harus kita lawan,”kata Darmin. Bukan hanya menggelar event besar. Potensi wisata yang ada dibenahi, salah satu yang akan dilakukan kata Bupati adalah memanfaatkan sungai di mulut danau Poso menjadi lokasi wisata rekreasi. Selain itu pembenahan infrastruktur jalan juga terus dibenahi. Terutama ke lokasi-lokasi menuju objek wisata. Di Saluopa, pemerintah rencananya akan membebaskan lahan untuk melakukan perluasan areal parkir. Melibatkan swasta dalam mengelola lokasi wisata juga mulai diwacanakan. Bupati menyebutkan rencana menawarkan kepada pengelolaan objek wisata dengan jangka waktu hingga 10 tahun.
Dari tahun ketahun tingkat kunjungan wisatawan asing ke Poso memang mengalami sedikit peningkatan. Beberapa event besar seperti Festival Gerhana Matahari Total pada 9 Maret 2016 di desa Kalora, Poso Pesisir Utara menjadi salah satu acara yang banyak diberitakan media nasional. Selain soal gerhana, lokasi pelaksanaan di desa Kalora menjadi satu pembuktian bahwa Poso memang aman. Saat acara yang berlangsung selama 2 hari itu, sejumlah wisatawan asing datang dan membangun tenda di pantai Kalora.(IAN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY