TERKAIT PEMBANGUNAN RTH DI LOKASI EKS PASAR LAMA, Wabup : Tak Akan Ada Pembangunan Ruko

0
191
EKS PASAR SENTRAL POSO DI KAYAMANYA, Akan Dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai Paru-Paru Kota. FOTO : SEH ABDULLAH

POSO RAYA –  Wakil Bupati Poso, Ir.T.Samsuri menegaskan, rencana pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lokasi eks pasar sentral Poso, Kelurahan Kayamanya, diharapkan bisa menjadi paru-paru kota, dengan sarana dan prasarana reflektif yang refresentatif, sehingga ke depan masyarakat bisa menjadikan tempat itu sebagai tempat untuk bersantai dengan keluarga.  “Di sana kita akan jadikan sarana untuk bersantai dengan suasana nyaman dan hijau. Jadi selain menjadi tempat bagi keluarga bersantai, juga anak-anak muda kita menikmati fasilitas lainnya, kalau perlu kita siapkan wife di sana”, urai Wabup, di hadapan sejumlah aktivis LSM dalam kegiatan refleksi akhir tahun 29 Desember 2016 lalu.
Mengenai rumor yang muncul di kalangan masyarakat, bahwa di tempat tersebut juga akan dibangun rumah toko (ruko), Samsuri menegaskan, spekulasi itu tidak benar. “Tidak ada itu, memang isu di tengah masyarakat ini mulai berkembang isu seperti itu, tapi saya tegaskan kembali Pemda tidak akan bangun ruko di sana, itu kita siapkan sebagai Ruang Terbuka Hijau”, kata Samsuri, menjawab pertanyaan salah seorang peserta diskusi, di Sekretariat Solidaritas Perempuan (SP) Poso.
Diketahui, rumor tentang kemungkinan eks pasar sentral Poso itu akan dijadikan kawasan Ruko sempat menjadi buah bibir masyarakat, setelah papan nama di depan eks pasar tersebut, menampilkan miniatur RTH. Beberapa hari kemudian, papan pengumuman itu dicabut kembali.
Sementara itu, Pegiat Komunitas GUSDURian Poso, Ronald Mosiangi menilai, penegasan Bupati sangat tepat, di saat masyarakat diperhadapkan dengan kegelisahan dengan rumor tersebut, menjelang tahun kedua kepemimpinannya. “Saya kira memang ke depan, Pemda harus aktif dalam mensosialisasikan perencanaan pembangunan ke depan, sehingga rumor yang berseliweran bisa diantisipasi sedini mungkin. Di sinilah sesungguhnya, tatap muka Pemerintah dengan segenap elemen masyarakat dibutuhkan”, jelas Ronald yang dikonfirmasi via ponselnya, usai kegiatan Refleksi Akhir Tahun, yang dilaksanakan oleh Jaringan Solidaritas Untuk Keadilan dan Perdamaian (JSKP) Poso.  DW

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY