Wabup: Sawit Bisa Mengganggu Kelestarian Danau Poso

0
154

Ada yang menarik disampaikan oleh Wakil Bupati Poso, Ir. T.Samsuri. Dalam kegiatan bertajuk “Refleksi Akhir Tahun Menjelang Satu Tahun Pemerintahan Baru”, Wakil Bupati dua periode itu, menegaskan dampak tanaman kelapa sawit terhadap kelestarian lingkungan. “Saya sangat menyayangkan, masyarakat kita sudah banyak yang secara pribadi menanam sawit di lahan masing-masing secara spontan, padahal tanaman itu bisa menguras air, sehingga beberapa tahun ke depan wilayah di sekitarnya bisa kekeringan”, urai Samsuri, di hadapan sejumlah aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Karena itu katanya, ke depan pemerintah harus berhitung berkali-kali dalam mengeluarkan izin perusahaan kelapa sawit.
Mengenai keberadaan P.T.Sawit Jaya Abadi (SJA) sebagaimana yang ada di Kecamatan Pamona Timur sekarang, ia mengakui sering mendapatkan keluhan dari masyarakat. “Kalau yang itu, kan sudah terlanjur berjalan, dulu memang kita pikir di beberapa wilayah sana banyak lahan yang tidak termanfaatkan, tapi kalau sekarang kita harus berpikir panjang, apalagi kalau di sekeliling danau Poso itu, bahaya sekali, bisa membuat kering Danau Poso. Jadi kita harus antisipasi dari sekarang”, kata Samsuri.
Begitulah penegasan Ir.Samsuri menghidupkan diskusi aktivis yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Untuk Keadilan dan Perdamaian (JSKP) Poso.  “Kalau kita memang beberapa tahun ini fokus pada pendampingan masyarakat untuk memberi pemahaman tentang dampak lingkungan sawit, termasuk memberi penyadaran pentingnya mempertahankan tanah untuk warisan anak cucu mereka”, kata Ketua Solidaritas Perempuan (SP) Sintuwu Raya, Evani Hamzah.
Senada dengan Evani Hamzah, Koordinator JSKP, Muh.Hasan menambahkan, ke depan Jaringan LSM yang dipimpinnya, akan melakukan pemantauan secara berkesinambungan untuk mengantisipasi ancaman sumber daya alam. “Kalau dengan situasi dan kondisi hari ini memang ancaman eksploitasi sumber daya alam sudah di depan mata, jadi kita harus waspada demi generasi mendatang”, tegas Hasan, yang dikonfirmasi Poso Raya, usai pelaksanaan Refleksi Akhir Tahun di Sekretariat SP, 29 Desember 2016 lalu. DW

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY