Malam Pergantian Tahun Meriah

0
128
Warga berkumpul di alun-alun Sintuwu Maroso untuk merayakan pergantian tahun.(foto :dok)

POSO RAYA – Warga kota Poso berkumpul disejumlah titik dalam kota Poso untuk menyambut pergantian tahun. Salah satunya di alun-alun Sintuwu Maroso, kelurahan Gebang Rejo. Meski tidak ada kegiatan resmi, namun spontan ribuan warga terkumpul dilapangan ini untuk merayakannya dengan membakar kembang api. Tidak ada penjagaan mencolok dari aparat keamanan sejak warga mulai terkoumpul sekitar pukul 21.00 wita hingga dinihari.
Bukan hanya di alun-alun Sintuwu Maroso, konsentrasi warga juga terlihat di depan eks pasar Sentral. Disini warga juga berkumpul sambil menunggu detik-detik pergantian tahun dengan membawa serta anak-anak, sebab disini terdapat wahana permainan anak-anak. Sejumlah warga yang ditemui menyayangkan tidak adanya kebijakan pemda untuk memusatkan acara malam pergantian tahun.
Kemeriahan juga dirasakan warga di Tentena, kecamatan Pamona Puselemba. Pesta kembang api disini bahkan berlangsung hingga pukul 02.00 dinihari dilanjutkan dengan tarian Dero di beberapa perempatan jalur utama. Adapun di desa Pasir Putih kecamatan Pamona Selatan, ribuan warga terkumpul di lapangan desa itu untuk merayakan pergantian tahun dengan hiburan dari  artis ibukota yakni Ade Alfonso.
“Bagusnya kalau ada kegiatan pemerintah saat seperti ini supaya kita berkumpul disatu tempat saja, ada acara yang jelas, kalau seperti ini seperti tidak terlalu bagus,”kata Yulian, warga Poso Kota Selatan. Hingga jelang pagi kondisi keamanan di kabupaten Poso sangat kondusif, tidak ada gangguan keamanan yang terjadi meski ribuan warga berkumpul dibeberapa titik.
Sementara itu, Wakil Bupati T Samsuri merayakan malam pergantian tahun bersama para tukang ojek yang mangkal di depan RSUD Poso. Didampingi Kaban Kesbangpol, Mahmudin Jamal dan ketua DPD PKS Muh Yusuf, Samsuri menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para tukang ojek yang sudah banyak membantu keluarga pasien mendapatkan angkutan hingga larut malam, dia berharap para tukang ojek pangkalan turut bersama pemda menjaga ketentraman kabupaten Poso yang penduduknya beragam suku dan agama.
“Saya berharap kepada para tukang ojek bahkan seluruh lapisan masyarakat Poso untuk tetap secara bersama menciptakan kondisi yang aman, tentram dan damai meskipun kita hidup dalam pluralisme dan kebhinekaan” harap Samsuri. Keberadaan Ojek di kabupaten Poso memang memegang peranan sangat penting mengingat daerah ini belum punya angkutan umum resmi.(IAN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY