6 Tahun Warga Lore Tengah Pikul Jenazah

0
137
Warga Hanggira, kecamatan Lore Tengah terpaksa menggotong jenazah keluarga mereka dari Puskesmas Doda karena tidak ada mobil jenazah. Pemandangan seperti ini masih sering terlihat karena sampai detik ini pemerintah daerah tidak mengalokasikan anggaran untuk pengadaan mobil jenazah diwilayah Lore bersaudara.(foto ;dok)

POSO RAYA – Sudah sepuluh tahun terakhir warga Lore bersaudara meminta kepada pemerintah daerah agar memberikan mereka mobil pengangkut jenazah. Permintaan yang selalu disampaikan itu hingga kini tidak pernah mendapat tanggapan sedikitpun. Hingga kini pula bila ada warga Lore terutama yang desanya agak jauh dari pusat kecamatan terpaksa harus menggotong jenazah keluarga mereka yang meninggal.
Camat Lore Tengah, Noldi Rompas mengatakan, di puskesmas desa Doda hanya ada mobil ambulance. Namun pihak Puskesmas tidak mengizinkan digunakan untuk mengangkut jenazah dengan alasan bukan peruntukannya.
Diceritakan Noldi, belum lama ini seorang warga desa Hanggira yang meninggal, jenazahnya harus dipikul sejauh 7 kilometer dari puskesmas desa Doda. Meski jarak antara kedua desa hanya 7 kilometer, dibutuhkan waktu 1,5 jam hingga jenazah tiba dirumah duka. Sebelumnya lagi ada jenazah yang terpaksa harus dipikul sejauh 20 kilometer.
Pemerintah kecamatan Lore Tengah sendiri sudah berupaya meringankan beban warganya. Camat Noldi Rompas mengatakan sudah beberapa kali sejak beberapa tahun terakhir mengajukan permintaan mobil jenazah kepada pemerintah daerah, namun sampai sekarang tidak mendapatkan jawaban.
Kebutuhan mobil pengangkut jenazah juga sudah sering disuarakan oleh para legislator asal wilayah Lore. Bahkan pada tahun 2014 silam, dalam sebuah rapat paripurna membahas anggaran, Adrianus Tobanta, anggota DPRD asal dapil Lore mengungkapkan kekecewaannya ketika tidak ada alokasi anggaran mobil jenazah untuk wilayah itu. Dia sampai menyebut pemerintah saat itu menganggap warga Lore sebagai warga kelas dua.(IAN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY