Pajak Hiburan Capai 50 Persen

0
121
Octovianus Lebang

POSO RAYA –  Para pengusaha Café hiburan di Poso mengeluhkan soal tingginya  pajak hiburan yang di berlakukan pemerintah kabupaten (Pemkab) Poso. Untuk jenis pajak hiburan karaoke misalnya, pemkab menariknya sebesar 50 persen dari penghasilan. Tak hanya pajak hiburan, pengusaha juga mengeluhkan besarnya nilai pajak restoran. Dimana pada sector usaha ini pemkab Poso memasang tagihan sebesar 25 persen.
Poso City Mall melalui Program Manager Haerudin Darwis, kepada media mengeluhkan retribusi yang dikenakan pemda Poso terlalu tinggi, sebab ada item yang sudah mencapai 50 persen. Dijelaskan pungutan pajak 50 persen dan sebagian 25 persen oleh Pemda Poso tersebut, lebih besar dibanding dengan Kota Palu. Dimana pemkot Palu, hanya menarik 10 hingga 15 persen pajak dan retribusi dari Mall yang ada di kota itu.
“Pajak Pemda Poso terlalu tinggi dibanding dengan Mall di Kota Palu yang hanya di tarik hanya 15 persen,”kata Haerudin, Sabtu (29/10) lalu. Sementara Kepala Dinas Pendapatan kabupaten Poso, Octovianus Lebang menegaskan bahwa pajak hiburan yang dipungut pihaknya sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.Dia menyebut dasarnya adalah Perda Nomor 5 tahun 2012 tentang Pajak Daerah yang ditindak lanjuti Peraturan Bupati Nomor 12 tentang Pedoman Teknis Pemungutan Pajak Hiburan. Dimana dalam aturan ini diatur bahwa pajak hiburan di Poso terbagi atas dua jenis. Yakni hiburan umum dan hiburan khusus.
Pajak hiburan umum seperti bioskop, pagelaran music, pameran, sirkus, dan bilyard, sebesar 25 persen. Sementara pajak hiburan khusus, yakni hiburan seperti karaoke, diskotik, klub malam, panti pijat dan mandi uap sebesar 50 persen.
“Pajak yang kita ambil pada pengusaha hiburan itu sudah berdasar perda dan perbup yang berlaku. Pemda tidak mungkin melakukan pungutan diluar ketentuan yang berlaku,” ujar Okto Lebang.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY