Warga Maholo Mengadu ke DPRD

0
103
Penanaman perdana padi di lokasi cetak sawah baru di desa Wuasa kecamatan Lore Utara beberapa waktu lalu.(foto ;dok humas)

POSO RAYA – Sejumlah warga desa Maholo, kecamatan Lore Timur mendatangi DPRD Poso untuk menyampaikan keluhan mengenai lahan mereka yang urung dijadikan sawah baru. Dari total 40 hektar lahan yang akan dijadikan sawah, hanya 12 hektar yang terealisasi, sisanya 28 hektar hingga kini tidak tersentuh.
Ketua komisi II Amir Kusa yang menemui warga Maholo ini mengatakan, dirinya sudah mendapat penjelasan dari dinas Pertanian, bahwa sisa 28 hektar yang seharusnya untuk warga Maholo itu telah dialihkan ke lokasi lain, yakni desa Meko.
“Jadi target dua ribu hektar itu harus tercapai, masalahnya, dilokasi yang di Maholo itu, medannya berat, alat setengah mati masuk kedalam,”kata Amir Kusa. Beberapa orang warga Maholo yang ditemui mengatakan, sebenarnya lokasi cetak sawah itu bagus, namun memang curah hujan tinggi membuatnya menjadi seperti rawa. Warga sendiri sebenarnya sudah menunggu-nunggu kapan lokasi mereka itu akan dikerjakan. Sejumlah pohon dan tanaman dilokasi mereka itu ditebang. Namun hingga mendekati akhir Oktober, ternyata tidak ada alat yang masuk.
Amir Kusa mengatakan, pihaknya telah sepakat dengan dinas Pertanian untuk tetap melanjutkan pembukaan 28 hektar sawah baru di desa Maholo itu dengan menggunakan anggaran tahun 2017 mendatang.
Kabupaten Poso mendapatkan jatah cetak sawah baru seluas 2000 hektar. Dalam program untuk mencapai swasembada beras itu, setiap petani yang mendapatkan jatah sawah baru juga diberikan bibit dan pupuk. Kini sejumlah bibit dan pupuk belum bisa digunakan karena sawah yang belum bisa ditanami. Amir Kusa mengatakan, agar tidak menjadi persoalan dikemudian hari, para petani dihimbau tidak menggunakan pupuk dan bibit pembagian dilahan lain karena berpotensi menjadi temuan saat ada pemeriksaan dari BPK.(IAN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY