Penegak Hukum Didesak Bertindak

0
78
dermaga Poso

POSO RAYA – Penegak hukum di Poso diminta bertindak terkait adanya indikasi ketidakberesan dalam proyek pembangunan perluasan areal dermaga kelas II B Poso.

Direktur Lembaga Penguatan Masyarakat Sipil (LPMS) Kabupaten Poso, Budiman Maliki mengaku sangat menyayangkan adanya indikasi penyalahgunaan uang negara dalam proyek pembangunan perluasan areal dermaga kelas II B Poso tersebut. Menurutnya, indikasi ini tidak boleh dibiarkan, utamanya bagi aparat penegak hukum.

“Jangan sampai ada kesan pembiaran dalam masalah ini. Apalagi hal ini menyangkut uang negara, maka perlu adanya tindakan ril untuk mengungkapnya,” tegas Budiman, Selasa (04/10).

Menyikapi kondisi yang ada, Budiman mendorong keterlibatan pihak penegak hukum dalam mengungkap indikasi korupsi pada proyek tersebut.

“Ini tidak main-main. Jangan hanya hal kecil saja yang diungkap sementara proyek proyek besar yang diduga merugikan keuangan negara justeru  terkesan diabaikan,” jelas pria yang akrab disapa  Fadli ini.

Ditambahkan Budiman, sudah saatnya penyidik baik dari kepolisian maupun Kejaksaan Negeri Poso untuk segera menindaklanjuti informasi yang ada. “Berapun uang negara harus mampu dipertangung jawabkan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan,  selama dua tahun berturut-turut, pelabuhan kelas II Poso  mendapat kucuran  APBN miliaran rupiah dalam rangka pembangunan dan peningkatan serta perluasan areal pelabuhan tersebut. Namun sayang, oleh pihak pelaksana (kontraktor), proses pembangunan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan harapan. Terbukti beberapa lokasi seperti lantai di areal pelabuhan telah retak retak karena kualitasnya diragukan.

Selain itu, sejumlah lampu penerangan di areal pelabuhan kondisinya juga tidak lebih baik. Dari pantauan media ini, dari 14 titik lampu tenaga surya yang ada di bagian utara pelabuhan, hampir seluruhnya tidak berfungsi  alias mati. Jika ada satu dua yang menyala maka cahayanya akan terlihat sangat redup.

Sementara pada bagian selatan dermaga ada sekitar 30 hingga 40 titik lampu tenaga surya yang hampir 50 persen tidak berfungsi. Padahal menurut informasi yang diperoleh media ini, setiap titik lampu plus perlengkapan serta tiangnya, biaya pembangunan bisa mencapai puluhan juta rupiah. SYM

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY