Badan Kehormatan Panggil Anggota DPRD

0
108
Mariones Biralino

POSO RAYA – Badan Kehormatan (BK) DPRD telah memanggil anggota DPRD dari fraksi partai Golkar, Herlina Lawodi terkait tudingan menjadi makelar proyek oleh salah seorang pengusaha di kabupaten Poso. Mariones Biralino sebelumnya mengatakan memanggil yang bersangkutan untuk diperiksa terkait pemberitaan di media massa.
Selain memanggil Herlina, BK lanjut Mariones juga akan memanggil Ci Pina, sebagai pengusaha yang menyebut Herlina sebagai makelar, namun pemanggilan itu tergantung hasil pemeriksaan Herlina.
“Kami juga akan memanggil Pina Limpo, apakah pemanggilan secara menyurat atau kami cari dia, namun kami akan periksa dulu Herlina, kalau terkait apakah Herlina salah atau benar, tergantung dari pemeriksaan nanti,”kata Mariones.
Kedua orang ini sebagaimana pengakuannya kepada sejumlah wartawan telah berdamai dan meminta agar pemberitaan mengenai polemik keduanya tidak lagi dimuat. Namun karena ini menyangkut jabatan publik dan dana publik dalam APBD maupun APBN yang membiayai proyek yang disebut-sebut oleh keduanya, maka para jurnalis tetap menuliskannya.
Yang menarik, 2 anggota Badan Kehormatan DPRD tidak hadir dalam pemeriksaan terhadap Herlina itu. Yohanes Bando menuturkan alasan ketidakhadirannya karena menghadiri satu pesta pernikahan, sementara Dewa Nyoman Aribowo juga tidak hadir.
Yohanes mengatakan, pemeriksaan terhadap Herlina baru sekadar menanyakan perihal pemberitaan di media massa, belum menyentuh ke persoalan apakah memang benar telah terjadi pelanggaran etik atau tidak.
Sementara Dewa Nyoman Aribowo mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan terhadap Herlina yang masuk ke BK sebagai dasar mereka melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
Perseteruan antara Herlina dan Pina Limpo tersebut, terkait satu proyek di dinas PU Provinsi senilai 1,4 miliar untuk pekerjaan jalan di desa Salukaia Kecamatan Pamona Barat. Kepada media sebelumnya, Pina Limpo mengatakan proyek itu akan diberikan oleh Herlina, namun ternyata, yang terjadi proyek tersebut jatuh kepada orang lain. Mengetahui hal itu, Pina Limpo kemudian menuding Herlina sebagai makelar proyek. Tidak terima dengan tudingan itu, Herlina melaporkan Pina Limpo ke Polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.(fer)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY