Pengurusan Surat Izin Dinilai Sangat Sulit

0
86

POSO RAYA – Pengurusan surat izin bagi setiap perusahan galian C ternyata dianggap tidak mudah. Sistem administrasi yang berbelit di kantor ESDM Provinsi sangat menyulitkan warga yang ingin melakukan usaha penambangan di sungai Puna, kecamatan Poso Pesisir.

Kesulitan ini diungkapkan oleh Safril Sahada, salah seorang warga kecamatan Poso Pesisir pada aksi unjukrasa penutupan galian C yang berada disungai Puna, Senin (26/9)kemarin. Menurutnya pengurusan surat ijin resmi untuk galian C ini butuh kerja ekstra, padahal menurutnya, Presiden Jokowi sudah meminta agar proses pengurusan seperti izin tidak di persulit, namun faktanya yang terjadi dilapangan sangat berbeda. Seperti berbagai kesulitan yang dihadapi para pemilik tambang galian C di sungai Puna yang menurutnya kerap dipimpong kesana kemari.

Safril juga mengungkapkan adanya indikasi pungutan liar dalam proses pengajuan ijin galian C ini, dimana mereka dimintai uang administrasi sebesar 30 juta rupiah yang diminta oleh pihak pengurus dan jika tidak ingin ditinjau lokasi maka pembayaran tersebut harus ditambah lagi, yakni sebesar 45 juta.Pria yang akrab disapa Nendi ini mengatakan mendapatkan informasi dari sejumlah warga yang mengurus ijin tambang galian C ke provinsi

“Pembayaran 30 juta, kalo ingin mereka tidak turun naik jadi 45 juta, kita saat ini menuntut, jangan dipersulit, harus dimudahkan masyarakat, ini seakan-akan masyarakat mengemis, kami minta mudahkan akses semua galian mereka” ujar Sahfril Sahada pada Poso Raya (26/9).

Hal serupa ditegaskan oleh Iskandar Lamuka, menurutnya kalau memang informasi adanya pungli dalam pengurusan ijin ini benar adanya. Maka tindakan itu harus ditelusuri. Iskandar juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melawan hal yang seperti ini, namun harus ada bukti apabila yang kuat mengenai fakta ini..(RIF)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY