Lagi Satu DPO Tewas

0
67
Jenazah Subron alias alias Adji Pandu Suwotomo yang ditembak mati tim Satgas Tinombala 2016 dievakuasi dari gunung Tombuo desa Tangkura, Poso Pesisir Selatan, Senin (19/9) kemarin.(foto :mansur)

POSO RAYA – Setelah lari saat dikabarkan akan menyerahkan diri pekan lalu, Subron alias Adji Pandu Suwotomo akhirnya tewas diterjang peluru aparat negara saat mencoba melawan dengan bom saat ditemukan di kawasan kebun Tombua, desa Tangkura, Poso Pesisir Selatan sekitar pukul 09.25 wita kemarin.
Dalam keterangannya kepada wartawan, kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto mengatakan, ciri fisik dari korban identik dengan Subron, salah satu DPO anggota Majelis Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Sebelumnya Subron melarikan diri saat akan ditangkap bersama Basri dan Nurmi (istri Basri) dan Andika alias Hilal yang akhirnya tewas setelah hanyut di sungai Puna.
Dari kronologis versi aparat keamanan yang didapatkan Poso Raya menyebutkan, pada pukul 08.30 wita seorang anggota tim Satgas Tinombala yang memergoki Subron memberikan peringatan agar dia mengangkat tangan. Namun Subron mencoba meraih bom yang dibawanya. Saat itu pula aparat yang memergokinya langsung menembaknya hingga tewas. Saat itu disebutkan Subron sempat meneriakkan takbir saat akan melempari aparat keamanan dengan bom lontong miliknya.
Pelarian kelompok yang sudah diburu secara intensif sejak 2012 silam itu makin melemah. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan, sejak Bari ditangkap, kelompok MIT makin lemah. Basri dalam sejumlah rekaman video yang ditemukan beberapa waktu lalu menjadi instruktur latihan perang kelompok ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian daftar kriminal Subron dalam beberapa teror pembunuhan terhadap warga maupun anggota Polisi sejak 2012 silam. Hingga kini media hanya mengetahui dia sebagai bagian kelompok MIT yang berafiliasi ke ISIS.
Kekuatan persenjataan kelompok ini juga semakin lemah, dari beberapa peristiwa anggota kelompok ini hanya bersenjata parang maupun bom rakitan. Sejumlah senjata yang dulunya kerap dipakai menyerang aparat maupun warga sudah banyak yang berhasil disita. Terakhir senjata jenis M16 milik Basri yang hingga kini masih dicari di sungai Puna, Poso Pesisir Selatan.(MM)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY