Kekurangan Pasokan Air Jadi Kendala Pertanian

0
160
Sebagian Sawah Petani Diwilayah Poso Pesisir Telah Tumbuh Benih Padi Setinggi Sejingkal Tangan dan Sebagian Petani Juga Masih Ada yang Baru Mengolah Sawahnya. (Foto. Syarif)

POSO RAYA – Ada ribuan hektar sawah dikabupaten Poso yang telah diolah, tersebar pada wilayah Pamona bersaudara dan juga wilayah Poso Pesisir bersaudara, namun ditengah banyaknya potensi itu, muncul masalah lain, yakni suplai air yang masih kurang sehingga menjadi persoalan serius yang dihadapi.

Ridwan, dosen fakultas Pertanian Unsimar menilai, wilayah Poso Pesisir punya potensi besar untuk mendukung kesuksesan swasembada pangan di kabupaten Poso, setelah pemerintah menggelontorkan beragam bantuan seperti hand tracktor dan program cetak sawah baru. Namun target swasembada itu bisa meleset bila masalah suplai air ini tidak segera teratasi.

Ditengah begitu luasnya sawah yang terhampar di Poso Pesisir itu ternyata masih mengalami kekurangan air yang harus memenuhi setiap petak lahan yang siap olah, debit air yang begitu kurang melimpah yang menjadi kendala terpenting untuk menunjang percepatan pengolahan sawah.

“Bantuan pemerintah dengan alat-alat yang diturunkan ini telah cukup sebenarnya, yang harus dikembangkan ini adalah debit air nya, jika kita lihat di lapangan desa Masamba itu misalnya perairannya belum melimpah, dan ini yang menjadi pokok utama disawah” ucap Ridwan pada tim Poso Raya.

Hal serupa juga ditegaskan oleh beberapa petani di desa Masamba, ia mengungkapkan pengolahan sawah di desanya harus bergiliran perkelompok akibat kekurangan air, ia harus bergantian menggunakan aliran air dipinggir pematang ini.

“Disawah kita secara bergantian menggunakan air, seperti kelompok saya duluan mengolah sawah karena airnya kita pake duluan, setelah itu giliran kelompok lain” ungkap Haji Muhaimin.

Jika kita lihat dengan kekurangan air ini para petani kini telah ada yang tumbuh benihnya disawah dan juga ada yang sama sekali belum menghamburkan benih kerena masih dalam proses pengolahan kerena harus bergiliran menggunakan air.

Dalam masa tanam tahun sebelumnya beberapa petani di dasa Masani Pantai Kacamatan Poso pesisir juga harus mengontrol aliran sawahnya pada malam hari, terkadang petakan sawah kering tidak terisi oleh debit air.(RIF)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY