Bersama Istri dijemput Di pinggir Sungai Puna

0
176
Basri saat dijemput aparat keamanan di dusun Gantinadi desa Tangkura, kecamatan Poso Pesisir Selatan, Rabu (14/9) kemarin, tidak lama berselang istirnya Nurmi Usman alias Oma juga diamankan.(foto :istimewa)

POSO RAYA – Basri alias Bagong alias Ayas akhirnya menyerah dan diamankan aparat keamanan dari pinggir sungai Puna, Rabu (14/9) kemarin. Sebelum penangkapannya, beberapa warga yang tengah berada di tepi sungai itu kaget saat melihat ada se sosok manusia yang hanyut disungai itu sekitar pukul 09:00 wita. Saat dievakuasi warga, sosok itu terlihat menggunakan pakaian loreng, berambut gondrong dan membawa tas berisi makanan seperti nasi, beras, pisang yang sudah dikupas serta sayur mentah. Saat aparat keamanan tiba dilokasi, diketahui sosok itu adalah salah seorang DPO buruan Satgas Tinombala 2016 bernama Andika alias Hilal.
Basri yang pada tahun 2014 silam oleh aparat keamanan disebut sebagai pelaku pembunuhan terhadap 3 warga desa tangkura dan pembunuhan terhadap Fadli, warga Padalembara pada tahun itu pula kemudian diamankan aparat keamanan bersama istrinya Nurmi Usman alias Oma, orang yang juga diburu aparat keamanan.
“Tadi ada ketemu sama orang di Gantinadi, dia tanya dimana pos aparat yang dekat, kitorang tidak tau kalau dia itu Basri,”kata seorang warga yang ditemui di dekat jembatan gantung dusun Gantinadi. Kawasan sekitar hutan di dusun itu memang sudah lama dikepung aparat keamanan.
Saat dibawa dengan pengawalan ketat, Basri yang juga terlibat pembunuhan 3 orang siswi Smaker tahun 2005 silam tidak menggunakan alas kaki dan terlihat tersenyum. Istrinya dijemput sekitar 1 jam kemudian dilokasi yang berdekatan di dusun Gantinadi.
Namun beberapa perwira kepolisian yang ditemui di Mapolsek Poso Pesisir Selatan tempat Basri sempat di istirahatkan sebelum dibawa ke Palu menolak kalau Basri dinyatakan menyerahkan diri.
“Dia ditangkap, waktu itu memang dia tidak melawan makanya tidak ditembak, aturannya memang kalau yang tidak melawan tidak boleh ditembak,”ujar seorang perwira kepada para wartawan yang dilarang masuk dalam lingkungan Mapolsek yang dijaga ketat sejumlah Brimob bersenjata. Dengan diamankannya Basri, kini kelompok MIT tinggal menyisakan Ali Kalora dan beberapa pengikutnya yang masih bertahan di hutan sepanjang Poso Pesisir bersaudara.
Kapolres Poso AKBP ROnny Suseno, hanya membenarkan adanya penangkapan Basri dan istirnya, namun dia menolak memberi keterangan lebih lanjut. Ronny meminta wartawan langsung menghubungi Kapolda sebagai penanggungjawab operasi Tinombala.
Sejumlah warga Tangkura menyaksikan Basri dan istrinya digiring melwati jembatan Gantung Gantinadi berharap kelompok ini segera teratasi seluruhnya agar mereka kembali lega dalam mengelola kebun yang sudah hampir 3 tahun ditinggalkan karena khawatir menjadi sasaran kelompok ini.(IAN))

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY