Sistem Penanaman Manual Dinilai Lebih Baik//

0
88
Foto: Petani di Poso Pesisir menjemur padi dipingiran jalan Trans Desa Masamba, Poso Pesisir.Sebagian besar petani masih menolak menjual berasnya ke Bulog karena menilai selisih harga yang dipatok pemerintah lebih rendah dari harga pasar (Foto Syarif)

POSO RAYA – Para petani dan pemilik gudang di Poso Pesisir lebih memilih menjual beras dipasar ketimbang ke Bulog karena selisih harga yang lumayan besar. Bulog sesuai kebijakan pemerintah mematok harga beras Rp 7.300/kilogram, sementara dipasaran, para pedagang berani membeli seharga Rp8.400/kilogram.
Sikap sama juga ditunjukkan pemilik gilingan beras yang lebih tertarik melepas persediaan beras mereka kepada para pedagang dengan harga Rp420.000/karung ukuran 50 kilogram.

Menurut beberapa pemilik gilingan dan petani yang ditemui Poso Raya, mereka sulit menjual beras dibawah harga itu karena keuntungan yang diperoleh sangat tipis, sebab biaya untuk mengolah satu hektar sawah dari penanaman hingga masa panen sebesar 6 juta rupiah.

“Setengah mati sekali kalo kita harus menjual beras dengan harga yang telah di tentukan oleh Bulog, keuntungan yang didapatkan sangat tipis sekali, sementara penghasilan juga panen ini berkurang, biasanya satu hektar itu kurang lebih 1 ton kita panen, dan juga kita membutuhkan modal untuk turun kembali ke sawah, untuk bahan bakar traktor, beli racun, dan juga sebagainya”ujar haji Muhaimin, petani sawah di desa Masamba, Poso Pesisir.

Dengan perhitungan 1 ton dipasaran menghasilkan 8,4 juta rupiah, dikurangi biaya pengolahan sebesar 6 juta rupiah maka para petani hanya mendapatkan keuntungan 2,4 juta sekali panen. Sementara jika menjual ke Bulog, dengan harga Rp 7.300/kilogram, maka dalam 1 ton itu mereka hanya mendapatkan 7,3 juta dikurangi biaya pengolahan 6 juta rupiah maka hanya mendapatkan 1,3 juta per hektar, artinya mereka kehilangan pendapatan sebesar 1,1 juta jika menjual dengan harga yang ditetapkan pemerintah.
Bukan hanya soal harga. Soal produktifitas, petani juga menilai bahwa sistem Tabela (menggunakan alat tanam tarik) juga tidak lebih baik dari sistem manual dengan menghamburkan bibit. Haji Muhaimin juga mengatakan hasil panen lebih baik dengan sistem manual, selain tidak perlu menggunakan mesin biayanya juga bisa ditekan.(RIF)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY