Dampak Pemotongan DAK

0
154
Amir Kusa

POSO RAYA – Kebijakan pemerintah pusat memotong anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) ke kabupaten mempengaruhi perekonomian masyarakat secara langsung. Salah satu contoh dampak buruk itu adalah pada omzet penjualan para pedagang menurun.
“Dipasar saja sekarang, banyak pedagang merasakan penurunan omzet karena harus diakui sebagian besar perputaran uang di kabupaten kita ini berasal dari belanja pemerintah, kalau ini terganggu, berpengaruh pada ekonomi makro kita,”jelas Amir Kusa kepada Poso Raya.
Pemerintah daerah Poso adalah salah satu kabupaten yang merasakan benar dampak pemotongan DAK yang mencapai puluhan miliar rupiah. Sebabnya, menurut Amir Kusa, program pemerintah yang sudah dirancang selama 1 tahun dan sudah berjalan, ternyata ditengah jalan muncul kebijakan pemotongan itu. Sayangnya, di kabupaten Poso, program itu berupa proyek sudah jalan, bahkan pada triwulan pertama sudah ada yang selesai dan harus dibayar, pada saat itu dana yang tadinya diharap untuk membayar proyek itu ternyata dipangkas pusat. Akhirnya untuk membayar tagihan proyek yang sudah selesai itu, Amir mengatakan, pemerintah tentu harus putar otak dan mencari sumber lain untuk membayarnya. Amir menduga, untuk membayar kewajiban proyek yang sudah jalan dan selesai dikerjakan yang awalnya diprogramkan menggunakan DAK terpaksa dibayar menggunakan sumber dana lain.
“Sektor ril kita turut terpengaruh akibat kebijakan pusat memotong DAK, warung-warung pasti terpengaruh, pasar begitu juga, termasuk toko-toko yang pada ujungnya mempengaruhi jumlah tenaga kerja yang terserap,”kata Amir. Dia berharap pemerintah dalam menyusun program bisa mengantisipasi kemungkinan munculnya kebijakan pusat seperti yang terjadi sekarang.(IAN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY