Kumperindag Bina Pengrajin

0
148
Rusna Mangun, Kadis Kumperindag dan hasil kerajinan mobiler berbahan kayu Ebony binaan Dinas Kumperindag.(foto :ferdinan)

POSO RAYA – Ternyata  di kabupaten Poso, telah terbentuk kelompok pengrajin  kayu Ebony atau kayu hitam. Hal ini terungkap pada pameran Hari Keluarga  Nasional baru-baru ini di alun-alun Sintuwu Maroso. Dinas yang dipimpin Rusnah Mangun ini memajang berbagai kerajinan hasil produksi kelompok binaan mereka,  dari kain batik khas Poso termasuk aksesoris lainya.
Yang menarik perhatian adalah dua pasang kursi goyang berbahan kayu hitam. Mungkin jika bahan kursi malas itu berbahan lain, tidak menjadi perhatian pengunjung. Karena bahanya dari kayu langkah akhirnya hampir semua mata terkesima melihatnya. Banyak yang berminat tetapi hasrat kandas  pada harga  yang mencapai 2,5 juta per unit.
“Semua yang kami tampilkan merupakan hasil karya orang Poso yang telah kami  bina selama ini,”terang Rusnah Mangun, Kepada Poso Raya.Dua kursi goyang berbandrol jutaan rupiah tersebut, ternyata pembuatnya kelompok kerja yang  dibina di desa Tokorondo, kecamatan Poso Pesisir.
”Hasil karya kelompok pengrajin, sudah tersebar di berbagai wilayah. Tetapi  setiap tempat berbeda usaha yang digeluti. Khusus kayu  hitam, sangat banyak  pejabat pusat pernah membawa kerajinan warga ini,”aku Rusna Mangun.
Diketahui, kayu hitam merupakan asset  kekayaan alam poso  yang mendapat perhatian dunia. Namun sangat disayangkan, tumbuhan maha dewa ini,  gaungnya ternyata hanya bergema di negara luar. Poso sendiri  sebagai  lokasi pertumbuhanya, belum mampu mengolah menjadi bahan eksport  kemudian menciptakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi daerah. Memang ada  pihak swasta yang berkecimpung di dalamnya tetapi kelompok inipun  masih sebatas usaha kecil dalam bentuk souvenir. Masih mujur karena Dinas  Kumperindak Poso, masih sempat melirik kayu unik ini sehingga  masyarakat pun masih dapat melihatnya terpajang  pada sejumlah galeri.Nan

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY