Kapolda Puji Kerja TNI-Polri di Poso

0
105
Ratusan prajurit dari TNI-AD dan TNI AL serta Brimob yang telah berhasil menamatkan perlawanan pimpinan MIT, Santoso, terlihat gembira saat upacara pelepasan di pelabuhan Poso, Kamis (1/9) kemarin. Kebahagian terlihat diwajah mereka yang akan bertemu kembali dengan keluarga. kapolda Rudy Sufahriadi juga mengungkapkan titipan salamnya untuk keluarga para prajurit yang telah bertugas ini. (Foto.syarif)

POSO RAYA – Pelepasan 830 orang anggota TNI dan Polri yang bertugas dalam satuan gabungan Operasi Tinombala dilakukan dalam upacara di pelabuhan Poso, Kamis (1/9) kemarin. Kapolda Brigjen Rudi Sufahriadi bertindak sebagai inspektur upacara.
830 orang perajurit TNI dan pasukan Brimob Polri yang telah berhasil membunuh Santoso sang pimpinan MIT ini juga menerima penghargaan yang diberikan langsung oleh kapolda Rudy Sufahriadi. Hadir dalam upacara itu, Bupati Darmin A Sigilipu dan sejumlah pimpinan SKPD.

Rudy Sufahriadi, mengungkapkan, kebanggaannya atas kerja para prajurit dalam operasi yang dinilainya sukses melenyapkan Santoso dan sejumlah pengikutnya, beberapa lainnya berhasil ditangkap dan menyerahkan diri.
“Penghargaan saudara sangat luar biasa, saya bekerja untuk mencari Santoso dari tahun 2012 dalam operasi disini dan baru 2016 bisa dinetralisir,”kata mantan Kapolres Poso ini.

Pada kesempatan yang sama itu Rudi juga mengakui saat dilantik menjadi Kapolda di Sulawesi Tengah ia dipanggil oleh Menko Polhunkam Luhut B Pandjaitan dan di perintahkan untuk fokus mengejar dan menangkap kelompok Santoso dan kawan-kawan.

“Hasil yang luar biasa ini karena kerja keras rekan-rekan, tidak ada yang kebetulan di dunia ini, kalau tidak ada doa dan gerakan dari rekan-rekan TNI dan Polri, dunia telah bangga dengan apa yang kita lakukan, Santoso ini targetnya umat manusia ia telah mendunia, media massa telah menyebarkan dimana mana dan kita yang mencari dalam Operasi Tinombala ini” jelas Rudy Sufahriadi.(RIF)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY