Penutupan Tambang Emas Dongi-Dongi

0
269
Kasat Bimas Polres Poso, AKP Alfian Komaling saat melakukan sosialisasi kepada penambang di lokasi Tambang ilegal Dongi-Dongi. (Foto : Mitha Meinansi)

POSO RAYA – Beberapa hari pasca penutupan tambang emas ilegal di dusun Dongi-Dongi, desa Sedoa, kecamatan Lore Utara, Poso,pada akhir Maret lalu, yang sempat menimbulkan kericuhan, aparat keamanan gabungan TNI dan Polri melakukan penjagaan di sekitar lokasi penambangan, di kawasan hutan lindung tersebut.

Sejak awal April 2016, posko pemantauan didirikan disekitar lokasi tersebut, dan kegiatan patroli gencar dilakukan. Namun, saat aparat keamanan yang ditugaskan di sekitar lokasi itu ditarik, dan poskonya ditiadakan, lokasi tambang emas ilegal itu, beraktifitas kembali. Bahkan hingga kini diperkirakan ada sekitar 300 orang penambang ilegal yang melakukan aktifitas penambangan, dari ribuan orang yang diketahui sebelumnya.

Meski aparat TNI dan Polri dibantu Polisi Kehutanan melakukan penutupan lokasi tersebut, serta material dan lubang-lubang penambangan yang dibuat di gunung itu telah di tutup, toh para penambang masih tetap bisa mengeruk material dari gunung tersebut.

Sebelumnya, Kapolres Poso, AKBP Ronny Suseno menyatakan bahwa aparat keamanan melakukan penutupan paksa lokasi tersebut,  berdasarkan perintah. Sebab kegiatan tersebut merupakan kegiatan ilegal, dan berada dikawasan hutan lindung yang tidak boleh dikelolah, karena akan merusak lingkungan.

Karena akfifitas penambangan kian marak, Pemerintah berencana akan melakukan penutupan kembali tambang ilegal tersebut. Pada Kamis (25/8) pekan lalu di gelar pertemuan, Rapat Koordinasi untuk membahas terkait rencana tersebut di ruang Rupatama Mapolda Sulteng. Setelah beberapa kali pertemuan serupa juga dilakukan.

Kasat Bimas Polres Poso, AKP Alfian Komaling beberapa hari ini gencar melakukan sosialiasi terkait rencana petupan tambang ilegal tersebut. Bersama dua orang anggotanya, Alfian Komaling Turun langsung menemui para penambang dilokasi penambangan.

“Kami hanya mengimbau kepada para penambang untuk turun sebelum penutupan resmi dilakukan. Ini untuk menghindari kericuhan dan korban jiwa. Kami minta kepada mereka untuk tidak melakukan perlawanan kepada aparat,” ujar Alfian Komaling kepada Poso Raya. (MM)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY