Cegah Perkembangan Paham Radikal

0
138
penyuluhan Binmas di desa Kalora Poso Pesisir Utara (foto :Mansur)

POSO RAYA – Aparat TNI-Polri yang tergabung dalam pelaksanaan operasi Tinombala 2016 di Poso, kini terus menggencarkan penyuluhan kepada warga tentang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).Kegiatan penyuluhan Kamtibmas oleh anggota TNI-Polri di beberapa wilayah yang selama ini menjadi lokasi operasi pengejaran jaringan Santoso tersebut akan berlangsung selama 3 bulan dengan sasaran Pelajar,tokoh agama,tokoh masyarakat serta aparat Desa setempat.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh hingga Rabu (31/8/2016) pelaksanaan penyuluhan oleh Satgas Gabungan dilakukan secara bertahap dan berpindah-pindah di empat wilayah Kecamatan seperti Kecamatan Poso Pesisir,Poso Pesisir Selatan ,Poso Pesisir Utara dan Kecamatan Lore.Dalam pelaksanaan  penyuluhan ,aparat gabungan TNI-Polri dalam membawakan materi baik kepada pelajar atau masyarakat lebih banyak mengajarkan tentang kerkunan hidup anta umat beragama dan sekaligus melakukan himbauan deradikalisasi .
Kasub Satgas  I Operasi Tinombala 2016 AKBP. Moh Yusuf  yang dikonfirmasi mengatakan jika apa yang dilakukan oleh Satgas gabungan TNI-Polri  dalam penyuluhan Kamtibmas selama 3 bulan kedepan sejak Agustus hingga November 2016 mendatang merupakan bagian operasi imbangan dari operasi Tinombala 2016 .Menurutnya penyuluhan yang dilakukan dengan cara sambang warga dan tatap muka adalah merupakan gambaran dinamika Satgas  dalam membangun kedekatan serta kepercayaan dengan  masyarakat untuk terus mengupayakan pendekatan persusif terhadap sisa DPO kelompok Santoso agar mau turun gunung.
‘’ Kita berharap dengan adanya penyuluhan yang dilakukan secara rutin selama 3 bulan,para DPO yang tersisa mau turun gunung secara sukarela sehingga tidak lagi ada jatuh korban,” ungkap Moh.Yusuf.
Dijelaskannya jika secara tidak langsung,peningkatan kegiatan penyuluhan Kamtibmas dan sekaligus Deradikalisasi diwilayah basis-basis jaringan Santoso  tersebut dibagi menjadi  dua bagian yaitu penyuluhan Kamtibmas dan pendidikan wawasan kebangsaan.Khusus untuk pendidikan kebangsaan yang digelar di sejumlah sekolah SMP atau yang sederajat dipandu langsung oleh Satbinmas Polda Sulteng,sementara untuk materi wawasan kebangsaan dan pencegahan Narkotika dipandu oleh anggota Satgas operasi Tinombala baik TNI ataupun Polri.
“Jadi ada harapan besar pada pelaksanaan penyuluhan Kamtibmas tersebut,selain untuk menekan perkembangan paham Radikal pasca tewasnya Santoso,secara tidak langsung kita juga dalam setiap kesempatan meminta kepada warga atau keluarga para DPO untuk bisa mengajak keluarga mereka untuk menyerah atau turun gunung ,”tambahnya.
Pelaksanaan operasi Tinombala 2016 di Poso yang kini telah memasuki tahap III tersebut setidaknya kini hanya menyisakan 15 orang DPO dari 41 jumlah DPO sebelumnya yang dikejar sejak awal pelaksanaan operasi Tinombala 2016 pada awal Januari silam.Selain TNI –Polri,kini operasi Tinombala 2016 di Poso juga telah melibatkan Komnas Ham serta Tim kesehatan MER-C untuk dua bulan kedepan mulai pertengahan Agustus  hingga Oktober 2016 mendatang.(MSR)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY