Oknum Pegawai BRI Pekurehua Blokir Rekening Nasabah

0
288
ilustrasi blokir

POSO RAYA – Sejumlah nasabah BRI Pekurehua, Lore Utara merasa kecewa atas pemblokiran rekening mereka di itu. Pasalnya, hal tersebut terjadi tanpa sepengetahuan mereka. Beberapa orang nasabah mengungkapkan hal itu dilakukan oleh Lorents seorang oknum pegawai bank di unit itu. Tindakan ini terjadi karena adanya utang piutang pribadi antara beberapa orang nasabah dengan si pegawai bank.
Pemblokiran itu menurut nasabah yang rekeningnya di blokir si oknum pegawai setelah batas waktu peminjaman uang sudah lewat waktu dan belum dibayar. Namun pemilik rekening kecewa karena pemblokiran rekening itu dilakukan tanpa sepengetahuan dirinya selaku pemilik rekening.
Nasabah asal Napu yang meminta namanya tidak disebutkan mengakui dirinya punya pinjamam pribadi kepada si oknum pegawai bank itu dan belum dikembalikan seluruhnya.
“Iya rekening saya sekarang di blokir, katanya akan dibuka kembali setelah saya melunasi utang saya itu, yang saya pertanyakan mengapa proses peminjaman secara pribadi antara saya dan si pegawai, bukan dengan pihak Bank, tapi rekening saya di Bank BRI Pekurehua di blokir, tapi tolong jangan sebut nama saya,”ujar si nasabah.

Namun ternyata bukan hanya satu orang nasabah saja yang mengalami hal serupa. Dedi N juga mengalami hal sama. Diceritakannya, sekitar tahun 2014 silam, warga desa Wuasa, Lore Utara ini melakukan pinjaman uang di BRI Pekurehua sebesar 20 juta rupiah. Sehari sebelum uang pinjamannya itu cair, dia meminjam 500 ribu rupiah kepada si oknum pegawai yang sama dengan yang diceritakan diatas. Pada saat uang pinjamannya cair, Dedi kemudian mencari si pegawai untuk mengembalikannya, namun karena yang dicari tidak ketemu, Dedi kemudian bermaksud mengirim pengembalian pinjaman itu ke rekening adik dari si pegawai bank itu. Namun saat hendak mengirim itulah Dedi mengetahui kalau rekeningnya sudah terblokir.
Atas pemblokiran rekeningnya itu, Dedi kemudian menemui Abidin, pimpinan BRI Unit Pekurehua saat itu untuk menanyakan maksud pemblokiran rekeningnya.

“Saya tanya sama pak Abidin kenapa rekening saya di blokir, saya jengkel sekali. Karena saya jengkel saya kasih uang itu senilai 500 ribu sama pak Abidin untuk dikasih sama anak buahnya itu . Nah ternyata setelah saya telusuri barusan, ada 3 orang yang juga mengalami hal pemblokiran itu,”ujar Dedy, via telepon selulernya, Selasa (30/8) kemarin.
Sementara si oknum pegawai BRI Pekurehua, Lorents yang dihubungi via ponsel, mengakui pernah memblokir rekening milik Dedi. Namun dirinya mengelak bahwa persoalan dengan nasabah atas nama Dedy itu telah selesai dan meminta untuk tidak lagi mengungkit masalah itu. Sementara ditanya nasabah lainya yang juga mengalami pemblokiran, Lorents hanya mengatakan untuk meminta nasabah yang di blokir  itu agar di pertemukan dengan dirinya untuk diselesaikan di Bank BRI Pekeruha.
Namun demikian Lorents sendiri tidak bisa menjawab alasan pemblokiran rekening nasabah. Dirinya hanya meminta kepada media ini agar datang di kantor untuk penjelasan lengkap. Ketika media ini mengatakan jarak Poso dan Napu yang jauh untuk pergi ke kantor BRI Pekurehua. Lorens tetap bersikeras harus ke kantor dan tidak menjelaskan alasan pemblokiran itu.
“Bagaimana pak, siapa itu nasabah yang bilang, kasih ketemu saya dengan mereka, saya tidak bisa menjawab hanya melalui telpon, bapak (wartawan)ke kantor saja, saya tunggu di kantor, tidak bisa saya menjelaskan, harus bapak ke kantor. Kalau masalah Dedy, kan sudah selesai permasalahannya dan ini tidak perlu diangkat lagi,”kata Lorents via ponsel.

Kepala BRI Pekurehua saat ini, Rahmat sebelumnya beberapa minggu lalu saat dihubungi media ini mengatakan, pihak Bank boleh memblokir rekening nasabah sesuai dengan pertaturan. Namun ketika dijelaskan persoalannya sehingga terjadi pemblokiran, dirinya hanya mengatakan meminta untuk nasabah agar segera menghadap dirinya.

Disinyalir peristiwa pemblokiran rekening ini telah lama berlangsung jika dilihat dari kasus pemblokiran rekening Dedi N pada tahun 2015 silam. (fer)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY