Pedagang Pasar Baru Kembali Nikmati Air Bersih

0
107
Catur Wiratno Kepala Administrasi keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Poso, Himbau warga Pasar baru segera sampaikan permohonan untuk pemasangan sambungan baru untuk akses air Minum di tempat mereka. FOTO: Catur Wiratno Kabag. Administrasi Keuangan PDAM Poso. Dan Hasan Basri UPT Pasar Baru Sintuwu Maroso Poso. Foto: Ferdinand

POSO RAYA – Hasan Basri pejabat Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pasar Tradisional Modern Sintuwu Maroso atau pasar baru telah melakukan pertemuan dengan para pedagang terkait pemasangan sambungan baru untuk mendapatkan sambungan air minum di tempat itu. Selain pertemuan dengan para pedagang, Hasan juga telah melakukan koordinasi dengan PDAM.
“Semua unit telah saya hubungi termasuk pertemuan dengan warga pasar. Dalam pertemuan tersebut kami telah sepakat bahwa untuk akses air minum bersih  setiap pedagang sudah akan memasang meteran air sendiri”kata Hasan Basri kepada Poso Raya.
Hasan juga membenarkan bahwa saluran air bersih di tempat tersebut,sudah berfungsi kembali setelah PDAM  membuka kembali pipa air yang pernah ditutup sebelumnya karena adanya tunggakan yang mencapai puluhan juta rupiah.
Ditutupnya pasokan air dari PDAM bermula dari membengkaknya tagihan penggunaan air oleh pedagang yang belum diselesaikan pembayarannya oleh Dinas  Kumperindag. Hutang Kumperindag saat itu sudah mencapai Rp. 95.000.000,-. Karena itu pula maka Dinas Kumperindag mengirimkan surat kepda PDAM, agar  menutup sementara  penyaluran air di pasar baru, bertujuan untuk tidak  menambah hutang Dinas terkait. Dalam perkembanganya, pemerintah daerah  akhirnya merestui talangan pembayaran air tersebut untuk dibebankan kepada  anggaran perubahan 2016 tahun ini.“Kami sudah menerima surat dari Kumperindag bersama persetujuan wakil Bupati tentang pembayaran piutang PDAM kepada  Kumperindak akan diselesaikan melalui anggaran perubahan tahun ini. Ini dasar kami dalam pengambilan kebijakan,”jelas Munawir, direktur utama PDAM saat bertemu Poso Raya.

Diketahui, dalam penyaluran air sebelumnya kepada para pedagang di pasar tersebut, masih menggunakan layanan satu induk saluran, kemudian dibagikan  kepada setiap pengguna air. Dalam pembayaran penggunaan air milik PDAM, masih dibebankan kepada Dinas Kumperindag, sebagai pengelola pasar. Belajar dari pengalaman itu, Hasan sebagai kepala UPT Pasar kemudian mengambil solusi agar  pembayaran air kedepan tidak lagi dibebankan kepada Dinas tetapi sudah menggunakan tagihan pribadi, dengan harapan tidak terjadi hutang seperti sebelumnya. Terkait meringankan biaya pemasangan, kepala  administrasi keuangan PDAM menyarankan agar pengguna air satu jalur bisa bekerja sama  dengan sistim satu induk meteran, kemudian pembayaranya secara patungan. Nan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY