Tampil untuk Hapus Stigma Terorisme

0
1033
Abdul Zubair Kadehe bersama ibunya, Dewi Irmayanti Soleman.

Penulis : Mitha Meinansi

TERLAHIR dari kedua orang tua yang memiliki darah seni bidang tarik suara, membuat Abdul Zubair Kadehe, pelajar Kelas II SMP Negeri 3 Poso ini pun memiliki bakat seni dibidang yang sama.

Anak ketiga dari empat bersaudara, pasangan suami isteri Wahyudin Kadehe dan Dewi Irmayanti Soleman ini, begitu menyenangi dunia tarik suara. Bakatnya sudah kelihatan sejak usia belum genap sepuluh tahun. Ketika itu, Zubair yang akrab disapa Ai ini masih duduk dibangku Kelas III Sekolah Dasar (SD).

Saking senangnya menyanyi, Ai sering kali mengikuti perlombaan, yang diadakan sekolah atau even-even lain yang ada dikota Poso, dan berhasil menjadi juara. Bahkan di usai belianya sudah sempat didaulat menjadi vokalis sebuah band lokal yang bernama Warning.

Adalah acara ajang pencarian bakat menyanyi anak-anak yang ditayangkan salah satu stasiun Televisi nasional, Indonesian Idol Junior, yang tengah membuka audisi membuat Ai tertantang untuk menguji kemampuannya.

Setelah melihat tayangan yang ada di layar kaca itu, Ai pun mencoba keberuntungannya. Dengan dukungan orang tuanya, Ai mengikuti pendaftaran melalui online. Syarat dipenuhinya, yakni mengirimkan kepingan CD yang berisi rekaman suaranya menyanyikan dua lagu, yang durasinya tak lebih dari dua menit.

Setelah panitia mengecek satu persatu persyaratan peserta yang diterima, lagu berjudul Malaikat oleh Judika dan Cintaku oleh Crisye, orang tua Ai dihubungi untuk informasi bahwa Ai dapat mengikuti seleksi yang diadakan di Makassar.

Tanggal 15 Agustus lalu, Ai berangkat ke Makassar mengikuti audisi. Ia pun lolos seleksi dan akan mengikuti audisi selanjutnya di Jakarta. Rencananya, tanggal 27 Agustus nanti, Ai akan berangkat ke Jakarta.

Namun, dana menjadi kendala bagi Ai dan orang tuanya. Mereka mengaku kekurangan biaya untuk modal ke Jakarta. Tapi, hal itu cepat teratasi. Melalui acara pegelaran musik nostalgia bersama Band The Dip’s 73, yang digelar dalam rangka perayaan HUT Koperasi ke 69 di halaman Pujasera, pada Senin (22/8) malam, Ai mendapatkan bantuan dana sebesar Rp.  15.080.000,-

Dana tersebut merupakan sumbangan Bupati, Darmin Sigilipu atas nama pribadi, beberapa orang Kadis, dan dermawan yang hadir dalam acara tersebut. Alhasil Ai pun terbantu. “Alhamdulillah dapat bantuan,” ujar Dewi, orang tua Ai kepada Poso Raya. Ia juga berharap mendapat perhatian dari masyarakat Poso.

Menurut Ai, pihak sekolah, baik teman serta guru maupun kepala sekolahnya,  memberikan dukungan. Saat ditanya, apa motivasinya ikut kegiatan tersebut, Ai menjawab, “Ingin bikin bangga Poso,” aku kepada Poso Raya.

Yang terpenting bagi Ai, ingin menghapus stigma terorisme di mata luar. Ia ingin membuktikan bahwa Poso ini banyak bibit-bibit muda yang berbakat.

Satu pesan dari Ai yang ia utarakan mengakhiri perbincangan dengan Poso Raya. “Jauhi narkoba dan minuman keras agar kita bisa buktikan daerah kita ini, Poso kota yang cerdas.”

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY