Hakim Minta Bukti Otentik Dimunculkan

0
153
Suhendra Saputra

POSO RAYA – Perkara rebutan tanah seluas 11 hektar yang kini menjadi milik Universitas Sintuwu Maroso (Unsimar) berdasarkan hibah dari pemda Poso pada tahun 1986 melibatkan banyak pihak dalam sengketa di pengadilan. Keterlibatan Unsimar kata salah satu hakim perkara ini, Suhendra Saputra SH adalah karena sebagian tanah yang disengketakan itu diakui sebagai milik yayasan perguruan tinggi terbesar di Poso ini.
“Unsimar dalam perkara ini sebagai penggugat intervensi, karena, sebagian lahan didalam gugatan tanah di desa Bega, Poso Pesisir itu adalah tanah yang diakui milik yayasan Unsimar,”terang Suhendra yang juga humas PN Poso.
Dalam pemberitaan sebelumnya disebutkan bahwa tanah seluas kurang lebih 11 hektar yang diterima Unsimar dari Pemda Poso sebagai hibah telah dikuasai oleh beberapa pihak. Bahkan ada jual beli dalam prosesnya. Perkara perdata ini sebenarnya adalah gugatan dari Hi Sirajudin Lapaduai melawan Kolodius selaku tergugat dengan nomor perkara No 24/PDT.G/2016/PN Poso. Agenda sidang hingga kini sudah pada tahap pemeriksaan saksi-saksi.
Sebagaimana disampaikan oleh para saksi dipersidangan. Awal mula munculnya perkara ini ketika pemda memberikan tanah kepada warga Bega korban banjir bandang pada tahun 1983. Sebagian lahan ini masuk dalam wilayah kelurahan Kasiguncu.
Belakangan didalam lahan yang digugat oleh Hi Sirajudin Lapaduai karena lahan yang diakui miliknya dikuasai oleh warga lain yakni Kolodius. Sementara lahan yang digarap itu juga diklaim oleh pemda sebagai tanah negara.
Kuasa hukum penggugat, Muh Taufik D Umar mengatakan, pihaknya akan membuktikan didepan majelis hakim mengenai asal-usul tanah itu.
Suhendra sendiri menegaskan, proses persidangan akan berdasarkan pada pembuktian sehingga pihak-pihak yang bersengketa diberi kesempatan untuk membuktikan klaim mereka berdasarkan bukti otentik dihadapan majelis hakim.(Sam)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY