Dinamakan dan Diberi Simbol Sintuwu Maroso

0
144
Tugu Mapane yang kini menjadi perdebatan ditengah masyarakat. DPRD merekomendasikan agar pembangunannya dihentikan sementara.(foto :Syarif)

POSO RAYA – Dilema dihadapi Dinas Perumahan dan Kebersihan Kota (Rumsikot)selama ini adalah perbedaan pendapat tentang aksesoris bakal terpasang pada   bentangan beton menjulang tinggi sedianya terpasang sebagai tugu penyambutan  kedatangan tamu yang kebetulan perjalananya melewati bandara Udara Kasiguncu.
Persoalan kelanjutan pembangunan tugu berlokasi di kelurahan Mapane tersebut  menjadi persoalan yang di perdebatkan beberapa kalangan, sampai berakhir di DPRD Poso pembahasanya. Dari pertemuan dengan legislatif kemudian muncul  keputusan bahwa tugu bandara harus di hentikan sementara pembangunanya sembari menunggu kebijakan tepat untuk tugu itu dan dapat di terima semua pihak.
“Selama penghentian pembangunan tugu, kami dari jawatan dinas Rumsikot terus  berupaya mencari solusi dengan mengumpulkan beberapa pendapat sebagai masukan  untuk  menjadi pertimbangan, sebelum kami melanjutkan kembali pembangunanya,”ujar Kadis Rumsikot, Frits Sam Purnama, kepada Poso Raya, Minggu (21/8) kemarin.
Setelah mempertimbangkan beberapa hal, akhirnya Dinas pengelola tugu dimaksud Mengambil kebijakan bahwa beberapa aksesoris yang tertera pada maket (Gambar) sebelumnya, akan dihilangkan dan diganti dengan semboyan orang Poso yaitu  “Sintuwu Maroso”. Semboyan ini mengartikan kesatuan  dan persatuan yang kuat  sesama rakyat Poso, dan di implementasikan pada kerjasama yang  kokoh sesama  masyarakat tanpa terbatasi suku, agama, dan strata sosial.“ Sintuwu Maroso  merupakan pengikat yang kuat dan sudah menjadi budaya rakyat Poso selama ini. Dengan pertimbangan demikian  maka hakekat kehidupan  ini kami ingin  abadikanya melalui tugu Bandara Udara terletak di Kasiguncu,”kadis Frits Sam Purnama.
Untuk mengumandangkan persatuan yag kuat sebagai bagian dari budaya rakyat Poso, Maka Rumsikot juga akan memajang kembali gambar jabatan tangan pada bagian atas Tugu.
“Kami ingin menyampaikan kepada seluruh dunia bahwa kita orang Poso merupakan  karakter yang ramah kepada siapapun yang datang di daerah ini dengan maksud baik. Wahana penyampaian dari tata sopan santun yang kita miliki  adalah dengan memasang replika jabatan tangan pada tugu bandara,”kata Kadis  Rumsikot  jabarkan rancanganya.
Terkait Tulisan Sintuwu Maroso, dari beberapa kali pertemuan Poso Raya  dengan tokoh masyarakat, keinginan ini sudah menjadi bahan masukan selalu di sampaikan oleh  mereka. Muhaimin Yunus Hadi, anggota DPRD Poso juga pernah  menyampaikan keinginan tulisan itu agar di proklamirkan melalui tugu Mapane. Nan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY