Pemprov Siapkan Anggaran Rp 1 Milyar

0
129
Longki Djanggola

Poso Raya – Gubenur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengatakan Pemerintah Provinsi setempat menyiapkan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk mengamankan Dongi-Dongi, salah satu titik di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu, dari kegiatan tambang rakyat ilegal.

“Kami telah menyiapkan anggaran Rp 1 miliar sampai dengan Desember 2016 untuk keamanan,” kata Longki di Palu, Rabu, menanggapi masuknya kembali pelaku tambang di Taman Nasional Lore Lindu itu.

Diperkirakan ribuan pelaku tambang dari berbagai wilayah seperti Gorontalo dan Manado kembali menyerbu lokasi tambang emas di Dongi-Dongi dalam sebulan terakhir.

Gubernur mengatakan berdasarkan kewenangan penanganan, Taman Nasional Lore Lindu berada dalam tanggungjawab Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup melalui Balai Taman Nasional Lore Lindu.

Menurut Longki, pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah hanya ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan serbuan pelaku tambang ilegal di kawasan itu karena berada di wilayah Sulawesi Tengah lintas kabupaten yakni Kabupaten Poso dan Sigi.

“Kami ikut `share` untuk menjaga keamanannya di sana. Tetapi kalau dibilang itu kami (Pemerintah Provinsi) harus bertanggungjawab itu keliru, karena itu tanggungjawab dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup,” katanya.

Terkait dengan pengamanan lokasi dari gangguan pelaku tambang kata Longki, dirinya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Rudy Sufahriadi untuk keamanan di lapangan.

Awal tahun 2016 aparat kepolisian telah membersihkan Dongi-Dongi dari pelaku tambang emas ilegal yang semuanya dilakukan secara tradisional oleh masyarakat dari berbagai daerah seperti Gorontalo dan Manado.
Para penambang dan keluarganya sebelumnya juga telah melakukan demonstrasi beberapa kali ke DPRD Provinsi Sulawesi Tengah agar mereka tidak diusir dari lokasi tersebut.
Mereka tetap berharap dapat mengolah lahan di Dongi-Dongi dengan tetap menjaga lingkungan sekitarnya sehingga tidak menggunakan bahan kimia berbahaya.

Para penambang mengaku selama ini mereka hidup susah terutama untuk kebutuhan ekonomi mereka, namun setelah ada peluang untuk mendulang rupiah justru dilarang oleh pemerintah. (Sam)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY