Satu Orang Meloloskan Diri dengan Senapan M16

0
128
Kapolda Brigjen Pol Rudi Sufahriadi memberikan keterangam mengenai kontak tembak di desa Ueralulu, kecamatan Poso Pesisir usai mengikuti upacara di kantor Gubernur Sulteng, Rabu (17/8) kemarin. (foto ;dok dibhumas Polda)

POSO KOTA- Menjelang pelaksanaan upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71, Rabu 17 Agustus 2016, sekitar pukul 08.30 Wita, aparat Satuan Tugas Operasi Tinombala 2016, berhasil melumpuhkan seorang DPO yang merupakan 1 dari 16 sisa target dalam kelompok Santoso.

Peristiwa kontak tembak tersebut terjadi di dekat perkampungan Padopi, di wilayah kecamatan Poso Pesisir. Diketahui OTK yang membawa senjata dan bom itu berjumlah dua orang. Sebelumnya, aparat Satgas Tinombala telah melemparkan sandi kepada mereka, namun bukan dibalas dengan kata-kata, tetapi mereka justeru melempari bom lontong, yang ternyata tidak sempat meledak.

Dari identifikasi awal, diketahui yang tertembak adalah Ibrohim, warga negara asing asal Turkistan, Xinjiang, Republik Rakyat Tiongkok, yang telah bergabung dengan MIT sejak 2013 silam.

Disekitar jenazah korban, aparat berhasil menyita satu bom lontong yang masih utuh. Sedangkan temannya berhasil melarikan diri dengan membawa satu pucuk senjata api jenis M16.

Perburuan sisa-sisa kelompok yang tergabung dalam Mujahiddin Indonesia Timur, terus dilakukan. Satu demi satu anggota kelompok sipil bersenjata ini, menyerahkan diri kepada aparat keamanan, bahkan juga tewas tertembak dalam kontak senjata.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Rudy Sufahriadi membenarkan dalam kontak senjata antara tim satgas dengan dua DPO, satu orang tewas tertembak dan satu melarikan diri.

Menurut Rudy sufahriadi, tim Satgas berhasil mengamankan satu buah bom lontong yang tidak sempat meledak saat dilempar ke arah petugas. Sementara senjata api berhasil dibawa lari oleh salah seorang DPO yang berhasil lolos dalam kontak tembak tersebut.

Dari hasil operasi selama beberapa bulan terakhir, dipastikan bahwa sisa kelompok MIT, semakin terjepit di wilayah Poso Pesisir kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto yang dihubungi Poso Raya, menyatakan bahwa aparat sedang melakukan evakuasi terhadap jenazah tersebut. “Saat ini tim masih melakukan penyisiran dan sedang mengupayakan Identifikasi awal. Saat iniĀ  jenazah masih di Poso Pesisir dan akan segera dievakuasi,” ujarnya Rabu (17/8) sore. (MM)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY