Mangore Kini Sudah Hampir Hilang

0
159
Paduan suara perempuan di desa Tambaro merayakan Mangore.(foto :Samsol Batubara)

Setiap tahun sebagian dari kita hanya mengenal Padungku, satu tradisi warga Poso untuk merayakan panen. Perayaan ini dahulunya dirayakan untuk menghormati alam semesta yang sudah memberikan hasil panen melimpah. Namun ternyata ada tradisi lain yang menjadi semacam pendahuluan sebelum Padungku. Namanya Mangore. Sayangnya, kini tradisi ini nyaris hilang.

Sebagai wujud rasa syukur setelah panen padi ladang, masyarakat Pamona  khususnya petani padi ladang menyelenggakan acara syukuran yang disebut Mangore.
Tetua adat desa Tambaro, kecamatan Lage, J Mawoja menyayangkan, Mangore,  yang menjadi salah satu nilai budaya masyarakat Pamona ini secara perlahan sudah mulai luntur, pada hal tradisi ini berperan memotivasi kepada para petani agar terus bisa meningkatkan  usahanya.Untuk mempertahankan Mangore, warga desa Tambaro merayakannya baru-baru ini. Di Tambaro, beberapa kelompok tani masih menanam padi ladang, sama seperti kelompok tani di desa Sulewana, Pamona Utara. Selain mempertahankan tradisi, padi ladang juga memiliki nilai ekonomi tinggi.(Sam)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY