Desember, Anggaran Desa Sudah Harus Disampaikan

0
135
Sosialisasi penggunaan anggaran daerah dan dana desa di aula rujab Bupati beberapa waktu lalu.(foto :dok)

POSO KOTA – Keterlambatan desa dalam menggunakan dana desa bukanlah hal yang disengaja. Banyak kendala yang dihadapi. Salah satunya adalah penyiapan dokumen APBDes dan RPJMDes yang terlambat. Namun sejumlah kepala desa mengatakan, keterlambatan itu akibat lambatnya informasi mengenai jumlah alokasi untuk desa mereka.
Sebelumnya auditor BPK Sjafrudin Mosii mengatakan pencairan dana yang bersumber dari APBN sudah dilakukan pada bulan Januari, namun kenyataannya, hingga Juli kemarin masih ada yang belum bisa mencairkannya. Hal inilah yang menurut dia menjadi sebab mengapa desa lambat menyetor APBDes mereka. Sjafrudin mensinyalir ada kesalahan dalam pengelolaan dana desa, indikasinya adalah terlambatnya pencairan dana hingga 6 bulan. Auditor utama keuangan negara IV itu bahkan menyebutkan keterlambatan ini sebagai sesuatu yang keterlaluan.
Sementara, kepala bagian Pemdes, Yunirson Penyami mengatakan, keterlambatan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah desa dan APBDes itu dikarenakan adanya keterlambatan penyerahan pagu indikatif karena ada perubahan kebijakan dari pemerintah provinsi terkait dengan konsultasi yang dilakukan ke provinsi.
Disisi lain Yunirson mengatakan keterlambatan pencairan itu juga disebabkan informasi jumlah pagu anggaran baru mereka ketahui pada bulan Maret 2016.
Namun mengenai keterlambatan penyusunan APBDes oleh desa karena lambatnya informasi mengenai pagu anggaran masing-masing desa menurut Sin Songgo tidak tepat. Sebab pemda dan DPRD sudah mengesahkan APBD 2016 pada akhir tahun 2015 lalu.
“APBD kita tetapkan November, jadi tidak ada alasan bilang terima pagu baru bulan Maret,”tegas Sin Songgo.(IAN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY