AKSI Siap Layangkan Surat ke Pengadilan Tinggi

0
130
Salah satu aksi Aliansi Anti Korupsi (AKSI) di gedung Kejari Poso pada bulan Juli 2012 silam mempertanyakan pengusutan kasus dugaan korupsi dana Recovery.(foto :dok. AKSI Poso) insert :Ellen E Pelealu

POSO KOTA – Masih Ingat kasus dugaan korupsi dana Recovery Tahun 2006-2007  lalu?  Kucuran dana 58 miliar yang dimaksudkan untuk  pemulihan pasca konflik itu telah menyeret beberapa orang masuk terali besi untuk beberapa unit kegiatan, namun dua unit kegiatan lainnya sampai kini, belum jelas penanganannya, yakni pengadaan 1.500 pasang pakaian dinas Hansip, dan pengadaan 1.500 pasang sepatu lars/sepatu dinas lapangan.
Tidak jelasnya penyelesaikan kedua jenis pengadaan barang itu, kini kembali dipertanyakan. Koordinator Aliansi Anti Korupsi (AKSI) Poso, Rafiq Syamsuddin, mengaku telah menyiapkan laporan kepada pihak Kejaksaan Tinggi Sulteng untuk menanyakan perkembangan laporan yang telah diserahkan beberapa tahun lalu.
“Prinsipnya, kami akan menyurat untuk meminta perkembangan kasus, kenapa laporan kami diendapkan, kalau memang tidak cukup bukti, yah bagaimana dengan bukti-bukti yang pernah kami serahkan, kalau itu juga belum cukup, ya,.. barang buktinya dikembalikan dong, kan begitu,”tegas Rafiq.
Senada dengan Rafiq, Mantan Ketua DPRD Poso, Sawrigading Pelima, juga telah melayangkan laporan susulan kepada kejaksaan negeri Poso. Dalam surat tertanggal 6 Oktober 2015 itu, Pelima mensinyalir, mandeknya penanganan kasus pengadaan seragam Hansip itu dikarenakan, saksi-saksi yang diminta oleh majelis hakim tidak pernah hadir dalam persidangan, yaitu, Ellen Pelealu, Junifer Saguni dan Sukimin. Karena itu kata Pelima, sebagaimana dalam laporan susulan tersebut, pihaknya berharap agar kasus yang diduga melibatkan Ellen Pelealu mendapatkan perhatian serius dari penegak hukum. “Mengapa kami tidak henti mempersoalkan kasus dugaan korupsi tersebut, jawabannya karena kejadian itu jelas merugikan warga kabupaten Poso. Yang menjadi tanda tanya besar bagi saya, mengapa selama 10 tahun terakhir, kasus dugaan korupsi ini proses hukumnya berbelit-belit, justru dalam masa Piet Ingkiriwang menjabat sebagai Bupati, apakah karena istrinya Ellen Pelealu  diduga terlibat dalam penyelewengan proyek pengadaan seragam hansip?”, tanya Pelima, sebagaimana yang tertera dalam laporan susulan tertanggal 26 Oktober 2015 tersebut. CR-4

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY