Jembatan Boneka Jadi Prioritas//

0
264
Amir Kusa, Usman Hi Karim dan dr Samsu Alam (foto ;ferdinan)

POSO RAYA – Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kabupaten Poso periode  2016–2021 tinggal menunggu pengesahan DPRD Poso untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Konstruksi politisnya dapat dikatakan sudah  final setelah dalam pendapat  akhir fraksi DPRD melalui sidang paripurna sudah menyatakan setuju terhadap ranperda ini menjadi perda.
Dari sekian pembahasan, salah satunya  adalah  pembukaan jalan lingkar  sekaligus pembangunan jembatan penghubung kelurahan Bonesompe–Kayamanya (Boneka). Program ini sempat mendapat pertimbangan dari sebagaian anggota DPRD agar rencana pelaksanaanya tidak membebani APBD Kabupaten Poso.
Konfirmasi terakhir Poso Raya kepada sejumlah anggota DPRD, menyebutkan pada umumnya mereka sepakat bahwa wacana pembangunan jalan lingkar dan jembatan Boneka harus menjadi prioritas daerah.
Pendapat ini diungkapkan oleh 4 anggota DPRD diantaranya Hi Amir Kusa  (Ketua fraksi  amanat keadilan), H. Usman Abdul Karim (Anggota Fraksi Amanat Keadilan) dan  dr. Syamsu Alam(Fraksi Sintuwu Maroso).
Menurut Amir Kusa, untuk mewujudkan proyek itu akan dibuat beberapa  alternatif agar pembiayaanya tidak sepenuhnya menjadi tanggungan APBD  Poso.
“Agar program ini tidak memberatkan APBD kita, maka alternatif pertama  adalah jalan lingkar tersebut kita akan usulkan menjadi jalan negara,”terang Amir Kusa.  Langkah ini menurutnya bertujuan supaya pembiayaan dapat di tanggulangi oleh Anggaran APBN.
Adapun anggota komisi II DPRD, Usman Abdul Karim, menyatakan alasan DPRD  mendorong program dimaksud, sebagai upaya mendorong perubahan wajah  Kabupaten Poso, khususnya untuk menata kota dan pengembangan infrastruktur sekaligus solusi mengurai kepadatan lalulintas di jalur trans sulawesi ini.
“ Sekarang bisa kita lihat kondisi wilayah Bonesompe–Moengko-Kayamanya masih lancar karena belum ada  Mall saja jalanya sudah sempit dilewati oleh berbagai kendaraan. Apalagi  kalau Mall itu beroperasi,”katanya menggambarkan kondisi lalulintas di perbatasan Kayamanya-Moengko. Jalan baru ini kata Usman lagi akan menjadi alternatif mengurai kepadatan lalulintas jalan itu, sekaligus merubah wajah kota lebih indah.
DPRD dari partai Nasdem,  dr Syamsu Alam berpendapat, pembangunan jembatan tersebut bukan hanya berfungsi untuk jalan umum tetapi juga dapat digunakan sebagai areal rekreasi masyarakat Poso.
“Jembatan ini dapat di sejajarkan dengan jembatan 4 Palu. Siapa yang menyangka jika jembatan tersebut telah menjadi obyek rekreasi  masyarakat Palu sekarang. Hal ini akan terjadi juga  untuk kita di Poso,”katanya. Kurangnya  areal rekreasi masyarakat sekarang bukan mustahil jembatan ini  menjadi salah satu tempat warga mencari angin segar. Samsu sepakat dengan teman-teman, wajah Poso harus lebih maju ke depan.” Kata Syamsu. Nan

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY