Terdakwa Akui Gunakan Shabu

0
137
Statistik penggunaan narkotika di Indonesia. (grafis :liputan6.com)

POSO KOTA –  Terdakwa Rahimuddin,  Dosen Universitas Sintuwu Maroso (Unsimar) Poso, yang terlibat  dalam kasus penyalahgunaan Narkoba jenis Shabu mengakui membeli dan menggunakan barang haram tersebut secara pribadi.

Hal itu terungkap dalam persidanga yang digelar di Pengadilan Negeri Poso, Selasa 26 Juli 2016. Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim DR. Rimdan,SH dan dua hakim anggota yakni Deni Lipu, SH dan Rais. Moh Syarkani, SH tersebut dengan agenda pemeriksaan  saksi dan terdakwa, selain dihadiri terdakwa juga dihadiri JPU dari Kejari Poso, Toufan, SH dan Pensehat Hukum terdakwa Yan Patris Binela,SH dan Christian Oruwo, SH.

Pada sidang tersebut, terdakwa  Rahimuddin Lubait menceritakan soal penangkapan dirinya oleh petugas kepolisian resor Poso dan soal asal muasal shabu yang digunakannya.
Terdakwa menyebutkan, usai memberikan mata kuliah, pada Menurut dia, pada 23 April 2016 lalu sekitar pukul 21.00 Wita dirinya didatangi dua orang anggota Polisi dari Polres Poso di halaman rumah di kompleks Kampus Unsimar.  Melihat kedatangan kedua petugas kepolisian tersebut, dirinya berusaha tenang. Dia menuturkan, saat ditanya oleh kedua petugas tersebut mengenai keberdaan shabu yang dimiliki, tanpa ragu dirinya menyerahkan tiga paket kecil shabu yang disimpan di kantong celana kepada petugas tersebut.Selanjutnya kata dia, kedua petugas tersebut kembali menanyakan keberadaan shabu lainnya dan terdakwa dirinay pun kembali menyerahkan dua paket kecil shabu yang tersimpan dalam kotak warna putih yang ada di dalam rumah.
“Semua saya serahkan kepada petugas itu barang yang ada sama saya. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di rumah saya,” ujarnya.
Dalam penggeledahan itu kata dia, pihak kepolisian juga menemukan sejumlah barang miliknya berupa boong sebagai alat isap shabu, macis, selang dan pipet.
Terdakwa juga mengaku, barang haram tersebut dibelinya dari Palu dan digunakan sendiri.
“Terakhir saya menggunakan shabu sebelum ditangkap,” katanya.
Dia menambahkan, barang bukti berupa dua bungkusan plastik kosong yang ditemukan di kamarnya, merupakan bagian dari lima paket yang ada dan telah dikonsumsinya.
“Saya membeli shabu itu dari Palu dengan harga enam ratus ribu rupiah. Kemudian paket itu saya pecah menjadi lima paket,” sebutnya.
Dia mengungkapkan, tiga paket kecil yang diserahkan ke anggota polisi merupakan paket yang hendak dibawa ke Desa Kilo dan rencananya akan digunakan disana.
“Iya tiga paket itu saya mau bawa ke Kilo pak, karena maitua tinggal disana,” akunya.
Dalam sidang itu juga dihadirkan dua sakis dari kepolisian Polres Poso dan satu saksi ahli Badan Narkotika Kabupaten Poso. Ketiganya dihadirkan sebagai saksi dalam kasus yang melibatkan terdakwa Rahimuddin.
Dua orag polsi tersebut dihadirkan merupakan saksi fakta yang telah melakukan penagkapan kepada terdakwa dalam asus itu. Sedangkan saksi dari BNN yang merupakan saksi ahli. Dalam keterangannya dihadapan majelis, saksi ahli menyatakan berdasarkan hasil tes urine terdakwa, positifmengandung methamphetamine (sabu).
Setelah mendengar keterangan saksi dan terdakwa, majelis hakim kemudian menunda jalannya sidang dan akan dilanjutkan pada Selasa, 2 Agustus 2016 dengan agenda mendegarkan tuntutan JPU.  RHM

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY