Kunjungi Rumah Duka Tanpa Pengawalan Bupati: Hargai Pilihan Hidup Santoso

0
3619
Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu saat menyerahkan uang duka kepada ibu almahrhum Santoso.(foto :Mitha Meinansi)

LANTOJAYA – Sehari sebelum jenazah Santoso tiba dan dimakamkan di Poso, Bupati Darmin Agustinus Sigilipu mengunjungi rumah keluarga Santoso, di desa Lanto Jaya (dusun Landangan), kecamatan Poso Pesisir, tepatnya Jumat (22/7) lalu. Saat itu, Bupati Darmin meminta kepada keluarga dan kerabat Santoso untuk bersabar. Bupati berharap pihak keluarga mengerti dengan seluruh rangkaian prosedur dan proses hukum yang harus dilakukan.

Menurut Bupati Darmin, semua pihak harus menghargai jalan hidup pilihan Santoso. Namun karena bertentangan dengan negara, dia harus menerima resikonya. Bupati Poso mendatangi rumah duka keluarga Santoso untuk meminta keluarga bersabar dan menyerahkan semua pada proses hukum.

Bupati Darmin yang mengunjungi rumah duka tanpa pengawalan khusus itu, juga memberi santunan uang duka kepada keluarga Santoso atas nama pribadi. Uang itu diserahkan langsung Darmin Sigilipu kepada ibu Santoso, Rumiyah.

Saat tiba dirumah duka, seluruh persiapan pemakaman jenazah Santoso telah dilakukan pihak keluarga. Mulai liang kubur, dan perlengkapan lainnya telah disiapkan di pemakaman yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumah duka.

Bupati Darmin juga sempat bertemu dengan saudara dan keluarga Santoso, yang datang dari luar kota, yang telah menunggu kedatangan jenazah dirumah duka.

“Saya sebagai pemerintah daerah bisa kesini. Almarhum adalah warga kita juga, tidak saya sangkut pautkan dengan yang lain-lain. Saya datang kesini hanya menyampaikan ucapan bela sungkawa. Ucapan turut berduka cita. Semoga almarhum diterima disisinya, sesuai dengan apa yang dia inginkan, dia yakini dan dia jalani,” ujar Darmin didepan ibu, adik perempuan, Fatimah dan saudara ipar Santoso, Pono, suami Fatimah.

Ketika itu keluarga yang telah berharap jenazah Santoso bisa segera dipulangkan kepada keluarga, meminta bantuan kepada bupati untuk membantu mereka dalam mempercepat proses pemulangan jenazah untuk dimakamkan.

“Kami atas nama keluarga sudah iklas, apapun yang terjadi. Karena ini sudah menjadi ketentuan ALLah. Sudah sampai disini. Cuman kami mohon dipercepat dikembalikan jasad saudara kami,” ujar mas Pono.

Senada dengan itu, isteri Poso, Fatimah pun berujar pada bupati, “Saya pak, mewakili ibu saya ini minta jenazah kakak saya segera dikembalikan. Saya minta pak, saya mohon. Ini orang tua kami sudah tidak bisa bicara langsung sama pak bupati. Sudah tidak bisa ngomong kalau banyak orang,”aku Fatimah.

Bupati Poso pun memberikan jawaban menyejukkan ketika itu. Usai bersilaturahmi dengan Ustad Abdul Gani Israil, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, yang ada dirumah duka saat itu, bupati Darmin pun berpamitan dan meninggalkan rumah duka. (MM)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY