Bupati Inginkan Tidak Ada Korban Lagi

0
135
Bupati Poso, Darmin A Sigilipu didampingi Dandim 1307/Poso Letkol Ryan Hanandi, saat menunggu kedatangan Pansus RUU Anti Terorisme, di Bandara Kasiguncu, Poso, Senin (21/7). (Foto : Mitha)

POSO KOTA – Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur, Santoso, yang pasukannya berpusat di hutan pegunungan Poso, Sulawesi Tengah, telah meninggal dunia. Peristiwa tewasnya Santoso hingga saat ini tidak memberi reaksi yang berlebihan di Poso. Pemerintah setempat mengajak agar warga di Poso tetap tenang, dan mempercayakan aparat keamanan untuk mengendalikan situasi saat ini.
Pasca tewasnya Santoso, warga di Poso tetap melakukan aktifitas seperti biasanya. Warga diminta untuk tidak terpengaruh dengan isu-isu menyesatkan dan dapat merugikan, menjelang pemakaman Santoso di Poso.
Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu berharap tidak ada korban jiwa dalam perburuan teroris di Poso. Pihaknya tidak menginginkan ada yang tewas, dalam operasi pengejaran Santoso dan kelompoknya.
Karena itu pihak pemerintah daerah, dan aparat keamanan setempat telah melakukan upaya untuk menghindari korban jiwa, dengan memberikan imbauan agar Santoso dan kelompoknya menyerah, sejak beberapa waktu sebelumnya.
“Jadi sebenarnya dari pemerintah daerah, kami berharap itu tidak terjadi sampai tewas. Kami sudah berusaha untuk mengimbau kepada teman-teman yang berada digunung sana untuk menyerahkan diri secara baik-baik. Sebelumnya, pemda sudah mengimbau, berusaha lewat keluarganya. Kemudian juga dari aparat. Yang saya tau Satgas Tinombala juga sudah ada imbauan, untuk bisa menyerahkan diri dengan baik-baik,” ujar Bupati Poso, Darmin Sigilipu Kamis (21/7).
Ia berjanji akan memberi jaminan kepada para DPO untuk diperlakukan dengan baik, jika menyerahkan diri. “Karena akan kita perlakukan dengan baik-baik. Tapi ternyata mungkin teman-teman diatas, belum memperhatikan itu, sehingga mau tidak mau kalau sudah bertemu dilapangan sana, pasti terjadilah kontak, hingga menewaskan saudara kita Santoso,” tutur Darmin.
Karena itu pihaknya berharap dan mengimbau kepada seluruh DPO yang tersisa, untuk mau menyerahkan diri, demi menghindari jatuhnya korban jiwa lagi.

Berharap Jumlah Pasukan Dikurangi
Terkait operasi pengejaran ini, Darmin mengaku masih membutuhkan Satgas Tinombala dalam penyelesaian perburuan sisa DPO.
“Pemerintah daerah, masyarakat tetap berharap bahwa Satgas Tinombala ini, masih berada di tana Poso,” ujar Bupati Darmin Kamis (21/7).
Namun dalam pelaksanaannya ke depan, Bupati Darmin menyarankan agar jumlah personelnya dikurangi. “Dan mungkin saya menyarankan kepada pimpinan yang ada diatas, mungkin saya menyarankan jumlah personelnya saja yang dikurangi, tidak lagi terlalu banyak. Mungkin tinggalkan sepertiga kekuatan, kemudian yang dua pertiga itu, mungkin anggarannya bisa digunakan untuk membantu masyarakat di Poso ini,” saran Darmin.
Menurutnya, ada berbagai hal yang perlu dibenahi di Poso. “Terutama masalah insfrastruktur, pertanian, membuka lapangan kerja pada pemuda-pemuda kita. Kerena dengan adanya situasi keamanan yang boleh dikatakan kurang kondusif, sehingga investor tidak bisa masuk, yang menyebabkan lapangan kerja kita berkurang, ini yang perlu kita diskusikan,” tandas Bupati Darmin. (MM)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY