Ada Harapan Mengakhiri Image Poso Daerah Seram

0
101
Pengamanan ditingkatkan untuk mencegah aksi balas dendam kelompok Santoso.(foto :yoanes litha)

POSO KOTA – Tewasnya pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso dan anak buahnya Mukhtar ditangan pasukan TNI Raiders 505 Kostrad, Senin (18/7) setelah baku tembak sekitar setengah jam di hutan Tambarana, Poso Pesisir Utara, bukan berarti melenyapkan perlawanan kelompok ini. Masih ada Basri dan Ali Ahmad yang disebut sebagai pelanjut komando yang ditinggalkan Santoso. Sejumlah warga yang ditemui berharap penanganan terhadap kelompok ini terus dilakukan hingga seluruh pelaku teror yang tersisa berhasil ditangkap.
Muhamad Rafiq Syamsudin, pelaku usaha di Kota Poso misalnya, dia mengatakan, tewasnya Santoso memberikan harapan baru semakin baiknya keamanan di Poso dan mengakhiri serangkaian kisah menakutkan terkait kekerasan dan terorisme yang kini masih disematkan ke kabupaten ini.
Agung, warga Poso Kota lainnya mengemukakan, setelah pimpinan kelompok DPO itu tewas, warga berharap sisa kelompok yang masih berada di hutan bisa turun menyerahkan diri dan diperlakukan dengan baik.(YHL)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY