Hanya 2 Perusda Air di Sulteng Dinyatakan Baik

0
177
POSO RAYA – Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Sulawesi Tengah (Sulteng) telah melakukan audit kepada Sebelas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang ada di setiap kabupaten pada wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Dari hasil pemeriksaan tersebut, hanya dua kabupaten yang mendapat penilaian sehat pada perencanaan, keuangan, maupun management administrasinya. Kedua Perusahaan daerah (Perusda) tersebut yakni Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Poso dan kabupaten Toli-Toli. “Saya bersyukur sekali karena hasil pemeriksaan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah, kita mendapat penilaian sehat baik secara perencanaan, keuangan, dan juga management administrasi,” Kata Direktur PDAM, Munawir kepada Poso Raya. Rabu (20/7) Pada bulan yang sama, Pihak PDAM poso, juga mendapat penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari akuntan publik prov-Sulteng. Perusahaan ini mendapat pemeriksaan dari akuntan public di karenakan statusnya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Kami mendapat penilaian seperti ini tidak lepas dari dukungan pemerintah kita (Bupati Maksudnya) dan juga kerja keras teman-teman yang tanpa kenal lelah terus melaksanakan tugasnya sebagai pelayan kebutuhan masyarakat di bidang penyediaan air minum daerah ini,” Kata Munawir mengakui. Prestasi yang ditampilkan perusahaan daerah itu, harus diakui telah memberi andil positif terhadap kinerja pemerintahan yang ada di kabupaten Poso. Kalau kita menelisik secara spesifik, PDAM Poso bukanya tidak banyak menghadapi masalah dalam melakukan pelayanan terhadap konsumenya. Kita sebut saja peralatan mereka yang masih menggunakan sistim pompanisasi. Alat ini telah menelan biaya operasioanal sangat besar karena kapasitanya yang masih menggunakan listrik. Belum kemampuan daya dorong debit air alat tersebut yang masih terbatas. Dilema ini telah di hadapi PDAM poso selama bertahun tahun. Hal lain adalah jika listrik padam. Di sini petugas PDAM harus siap menerima hujatan dari konsumenya. Karena ketika listrik padam sudah di pastikan air juga akan terhenti mengalir. Pompa tersebut hanya dapat mendorong debit air jika mesinya hidup. Untuk menghidupkan mesin ini harus menggunakan arus listrik,”kami di sini bukan hanya sekali mendapat umpatan masyarakat akibat persoalan air. Tetapi saya dengan teman teman biasanya hanya berlapang dada sembari menjelaskan penyebab utamanya. Alhamdullilah berbagai persoalan tersebut kami selalu dapat mengkomunikasikanya dengan pelanggan,” Tuturnya mengungkap pengalaman. Nan

POSO  KOTA – Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi  (BPKP) Sulawesi Tengah (Sulteng) telah melakukan  audit  kepada  Sebelas  Perusahaan Daerah Air Minum  (PDAM)  yang ada di setiap kabupaten  pada wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Dari  hasil pemeriksaan  tersebut, hanya  dua kabupaten  yang mendapat  penilaian  sehat  pada perencanaan, keuangan,  maupun management  administrasinya. Kedua  Perusahaan daerah (Perusda) tersebut yakni Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Poso  dan  kabupaten Toli-Toli.
“Saya  bersyukur sekali  karena  hasil pemeriksaan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah, kita mendapat penilaian sehat baik secara perencanaan, keuangan, dan juga management administrasi,” Kata  Direktur PDAM, Munawir  kepada Poso Raya. Rabu (20/7)
Pada bulan  yang sama, Pihak  PDAM  poso, juga mendapat penilaian  Wajar Tanpa Pengecualian  (WTP)  dari akuntan publik  prov-Sulteng. Perusahaan ini mendapat  pemeriksaan  dari  akuntan  public di karenakan  statusnya  sebagai  Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Kami mendapat penilaian seperti ini  tidak lepas dari dukungan  pemerintah kita  (Bupati Maksudnya) dan juga kerja keras  teman-teman  yang  tanpa  kenal  lelah  terus  melaksanakan  tugasnya  sebagai pelayan  kebutuhan masyarakat  di bidang  penyediaan air minum daerah ini,” Kata Munawir  mengakui.
Prestasi  yang ditampilkan  perusahaan daerah  itu, harus  diakui   telah memberi  andil  positif   terhadap kinerja pemerintahan  yang ada di kabupaten  Poso. Kalau  kita  menelisik secara spesifik, PDAM Poso  bukanya  tidak banyak  menghadapi masalah  dalam melakukan pelayanan  terhadap konsumenya. Kita sebut saja peralatan mereka  yang masih menggunakan sistim pompanisasi. Alat  ini telah menelan  biaya operasioanal  sangat besar  karena  kapasitanya  yang masih menggunakan  listrik. Belum  kemampuan  daya dorong  debit air  alat tersebut  yang masih terbatas. Dilema ini telah di hadapi PDAM poso selama bertahun tahun. Hal lain adalah jika listrik padam. Di sini petugas  PDAM  harus siap menerima   hujatan  dari konsumenya. Karena ketika listrik padam sudah di pastikan air juga akan terhenti mengalir.  Pompa tersebut  hanya dapat  mendorong debit air jika  mesinya hidup. Untuk menghidupkan mesin ini  harus  menggunakan arus listrik,”kami di sini  bukan hanya  sekali  mendapat umpatan masyarakat  akibat persoalan air. Tetapi  saya dengan teman teman  biasanya  hanya berlapang dada sembari  menjelaskan  penyebab utamanya. Alhamdullilah  berbagai persoalan tersebut  kami  selalu dapat mengkomunikasikanya dengan pelanggan,” Tuturnya  mengungkap pengalaman. Nan

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY