3 Jam Aktifitas Pegawai Kumperindag Terhenti

0
143
3 Jam Aktifitas Pegawai Kumperindag Terhenti//jdl bsr foto :Aparat keamanan mengamankan lokasi kantor Kumperindag saat sebuah benda mencurigakan ditemukan dilokasi kantor yang beralamat di jalan pulau Kalimantan, Gebang Rejo Timur. (foto :Yoanes litha)

POSO KOTA – SELAMA 3 jam Aktivitas perkantoran di kantor Kumperindag Poso, Jumat pagi 15 Juli 2016 terhenti setelah sebuah benda di duga bom ditemukan di pintu masuk menuju kantor yang berada di Jalan Pulau Kalimantan, Poso Kota, tersebut. Benda diduga bom itu akhirnya di disposal oleh satuan Jibom Gegana Brimob Polda Sulawesi Tengah.
Benda berbentuk kotak dilakban hitam dengan kabel berwarna merah itu mengejutkan pegawai di Kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Poso yang berada di Jalan Pulau Kalimantan Poso Kota.

Benda itu pertama kali ditemukan seorang pegawai yang sedang membersihkan sampah dihalaman kantor pada pukul 8.15 wita. Kuatir merupakan bom aktif, pegawai tersebut kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada rekan rekannya, yang kemudian melanjutkan laporan itu ke pihak Kepolisian. “Saya sedang menyapu dan mau angkat sampah ketika lihat benda itu, ada kabel merah, saya kuatir bom lalu lapor ke rekan rekan saya disini” kata Amelia (55)

Petugas Polisi dari Polsek Poso Kota dan POlres Poso yang dikerahkan ke lokasi kemudian melakukan pemasangan police line, menunggu kedatangan satuan Jibom Gegana Brimob Polda Sulawesi Tengah untuk melakukan penanganan lebih lanjut terhadap benda di duga bom itu.

Petugas Jibom Gegana Brimob Polda Sulawesi Tengah yang tiba satu jam kemudian melakukan pemeriksaan terhadap benda itu dan akhirnya diputuskan dilakukan disposal atau peledakan ditempat pada pukul 10.25 wita.

Kabag Operasi Polres Poso AKP Mulyadi menerangkan dari disposal itu disimpulkan benda mencurigakan itu tidak berisi bahan peledak atau hanya merupakan aksi teror. “Jadi kesimpulannya bahwa apa yang kita lihat bersama, bahwa ini ada barang yang mencurigakan, tapi intinya semua ini dari tim, sudah melakukan apa yang sudah sesuai dengan prosedurnya dan kita memang tidak melihat apa indikasi dari permasalahan ini yang intinya kita berharap kepada seluruh masyarakat, untuk kerjasama kaitan untuk menginformasikan, kita saling menjaga situasi dan kondisi di wilayah kabupaten Poso” ungkap AKP Mulyadi “Ini teror” tegasnya lagi.

Wakil Bupati Poso T. Syamsuri yang memantau penanganan teror benda diduga bom oleh Polisi menghimbau agar warga masyarakat di Poso memahami situasi daerah dengan tidak menaruh benda benda yang rawan dianggap sebagai bom yang kemudian berdampak pada masyarakat luas, padahal situasi di Poso cenderung kondusif. “Masyarakat kita terkadang anak anak kita ini kadang kadang melakukan kegiatan kegiatan yang sifatnya menurut mereka bergurau, padahal itu bisa mengganggu kita, harapan kita kepada semua masyarakat untuk memahami situasi daerah, kalau ada hal hal yang mencurigakan ya bagus kita koordinasi dengan aparat keamanan yang pro aktif seperti ini jadi inilah yang penting kepada kita semua sehingga kita menghendaki Poso ini situasinya semakin tenang”.

Teror yang terjadi di Poso itu merupakan peristiwa yang ketiga dalam dua bulan terakhir dimana hingga kini pelaku teror itu sendiri masih belum dapat diungkap oleh aparat Kepolisian di Poso.(YHL)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY