Pascalebaran Air Terjun Kajuwou Diminati Warga

0
318
Kelompok Pencinta Alam dan Petualangan-KPAP Bentesponga dan Kelompok Pencinta Lingkungan dan Air- KPLA Kajuwou serta Himpunan Pencinta Alam Tojo Una-una/ HIPATU WanaKapali, serta Warga Dusun III / RT 07 & 08 Kajuwou melakukan upaya menjaga dan melestarikan keberadaan air terjun Kajuwou. (foto.dok)

TOUNA –  Air Terjun Kajuwou yang terletak di Dusun III Desa Sansarino Kecamatan Ampana Kota Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) diminati warga saat liburan pascalebaran Idul Fitri 1437 Hijriah.

Auir terjun Kajuwou yang terletak sekitar tiga kilo dari poros jalan utama yang berada di Desa Sansarino, saat lebaran idul fitri tahun ini ramai dikunjungi warga setempat dan warga Kota Ampana , untuk menghabiskan waktu liburan.

Munawar salah satu warga Desa Sansarino mengungkapkan, keberadaan air terjun Kajuwou yang cukup indah dan eksotik ini menjadi salah satu tempat pilihan alternative bagi warga Ampana dan sekitarnya untuk liburan.

Di tempat ini kata dia, warga yang datang bukan hanya menikmati keindahan air terjun dan pemandanagn alamnya namun juga menikamti dinginnya air terjun yang jatuh dari ketinggian sekitar belasan meter.

“Suasana di air terjun pada hari libur lebaran seperti ini cukup ramai dikunjungi warga untuk menikmati keindahan alam air terjun,” ujarnya, Rabu (13/7/2016).

Hanya saja kata dia, warga yang datang masih saja mengabaikan soal menjaga lingkungan yang ada, seperti membuang sisa makanan di sungai dan sisa botol minuman dingin dan mineral ke semberang tempat, yang membuat lingkungan disekitar air terjun menjadi kotor.

“Masih ada warga yang membuang sampah sembarangan di lokasi wisata ini,” sebutnya.

Dia menyebutkan, seharusnya dengan adanya air terjun dan keindahannya ini, patut disyukuri dan dijaga kelestariannya, bukan justru datang hanya untuk merusak lingkungannya.

Menyikapi hal itu, kata dia, Pemerintah Desa Sansarino bersama sejumlah organisasi kepemudaan yang ada di Desa Sansasrino  saat ini mengkampanyekan “Save Air Terjun Kajuwou Sansarino” dari pihak-pihak yang dengan sengaja ingin merusaknya.

Dia akuinya begitu banyak orang-orang datang berkunjung dan mengekplorasi keindahan dan jernihnya cucuran air  terjun Kajuwou, baik kelompok study pelajar maupun mahasiswa, pelancong dari masyarakat biasa maupun turis mancanegara.

“Semua itu tidak lain untuk melepaskan segenap kelehan aktivitas yang selama ini dijalani dan juga mencari inspirasi serta ilmu pegetahuan,” katanya.

Dia menambahkan, berangkat dari ketidaksadaran akan pentingnya nilai etika lingkungan yang konservatif,  pihaknya bersama kawan-kawan pemerhati lingkungan  seperti Sansarino Intitute -Vision Ecogreen, Kelompok Pencinta Alam dan Petualangan-KPAP Bentesponga dan Kelompok Pencinta Lingkungan dan Air- KPLA Kajuwou serta Himpunan Pencinta Alam Tojo Una-una/ HIPATU WanaKapali, serta Warga Dusun III / RT 07 & 08 Kajuwou melakukan upaya menjaga dan melestarikan keberadaan air terjun Kajuwou.

Dia juga menghimbau dan meminta partisipasi hijaunya kepada masyarakat Desa Sansarino serta kawan-kawan  yang peduli akan kelestarian lingkungan khususnya kawasan Air terjun Kajuwou dan air terjun lainnya yang ada di Touna  untuk menjaga kelesrariannya serta habibat asli kawasan air terjun tersebut.

“Kalau bukan kita siapa lagi  yang akan memuali dan melestarikan semua potensi alam yang ada, demi kehidupan yang lebih bermartabat  dan akan kita wariskan kepada anak cucu kita  di masa mendatang,” tandasnya. RHM

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY