Padungku Diharap Jadi Agenda Wisata, RCM : Bangun Komunikasi dengan GKST

0
174
Padungku identik dengan Inuyu atau nasi bambu. (foto ;dok. perempuan poso.com)

POSO KOTA —Padungku atau pesta panen semestinya dijadikan destinasi wisata andalan Kabupaten Poso. Pasalnya, kalender tahunan desa-desa di Kabupaten Poso dan Morowali ini sangat unik karena menggabungkan unsur tradisi lokal dan keagamaan. Selain itu, Padungku juga mampu mendorong silaturahmi antar desa.
Hal tersebut diutarakan Tokoh Muda Poso Rizal Calvary Marimbo dalam keterangannya. “Saya rasa dinas pariwisata perlu menggodok usulan ini. Poso ini banyak potensi tradisi lokal yang bisa menyedot wisatawan asing dan lokal hanya saja inovasi dan kreatifitas kita masih lemah,” ujar pria yang disapa RCM ini.
Dia mengatakan, Padungku jangan hanya jadi ajang pesta ucapan syukur saja. Namun juga hendaknya bisa dijadikan agenda untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dari kunjungan wisatawan. Sebab itu, Padungku di tiap desa harus digarap secara kreatif oleh dinas terkait.
“Misalnya tiap desa bikin prosesi yang unik di rumah-rumah ibadah atau tempat umum. Atau, tiap desa bikin kegiatan unik dan tradisional dari kebiasaan di desa itu. Jangan hanya main bola dan voli lagi. Sudah bosan. Misalnya tradisi mosango, kalau di Morowali Mosalangka. Ini yang wisatawan asing sukai, kalau dipublikasikan ke mereka,” ujar dia.
Marimbo meminta agar dinas pariwisata tidak lagi menyajikan pagelaran-pagelaran modern dalam berbagai aktifitas pariwisata. Misalnya, ujar dia, drum band tidak perlu dipamerkan lagi sebab drum band ini hampir ada di semua kota-kota besar di negara barat, dan jauh lebih hebat. Pada bagian lain, wisatawan sudah bosan dengan pagelarannya orang-orang kota. ”Wisatawan asing itu maunya yang tradisional, unik seperti engran, kalao di Mori itu Sambalako, main gasing, main cungkel, festival tangkap ikan (Mosango).
RCM berharap dinas pariwisata duduk bersama pihak Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) dan menggarap agenda Padungku menjadi lebih produktif. “Jangan sampai setelah padungku, masyarakat malah ngutang dimana-mana dan tidak ada pemasukan dari pariwisata. Padungku ini kan pesta panen dan bisa diarahkan jadi destinasi wisata nasional bahkan internasional yang menarik,” ujar RCM.(RIF)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY